Pionir Transportasi Hijau, PO Bagong Resmi Operasikan 4 Unit Kendaraan Listrik Buatan Dalam Negeri
Sudarma Adi April 27, 2026 01:14 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luluul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perusahaan Otobus (PO) Bagong mengadopsi kendaraan listrik produksi dalam negeri dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk peningkatan kualitas udara dengan pengurangan emisi.

Penyerahan empat unit kendaraan listrik ini dilakukan kemarin Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Belajar Ngaji dengan Isyarat, 55 Tunarungu Ikuti Pelatihan di Malang dengan Antusias

Transformasi Transportasi Massal Berkelanjutan

Direktur dan Chief Operating Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko mengatakan inisiatif ini merupakan komitmen bersama dalam mendorong transformasi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan, modern dan berkelanjutan. 

"Kehadiran transporter listrik diharapkan dapat menjadi alternatif moda transportasi yang tidak hanya efisien. Tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas udara perkotaan melalui pengurangan emisi," kata Bimo. 

Dirinyapun mengapresiasi PO Bagong yang telah menjadi pelopor untuk mengadopsi kendaraan listrik dalam armadanya.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, namun juga menjadi contoh nyata bagi pelaku industri transportasi lainnya. 

"Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan otobus untuk mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari kontribusi terhadap masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan," sambungnya. 

Dijelaskannya, tranporter listrik VKTR memiliki keunggulan di antaranya nol emisi yang berkontribusi pengurangan polusi udara, hingga kenyamanan berkendara yang lebih nyaman serta modern melalui kabin yang minim getaran.

Terpisah, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo, menambahkan penggunaan kendaraan listrik ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan layanan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Baca juga: Polemik Integrasi Trans Jatim, DPRD Kota Malang Desak Realisasi Angkot Jadi Feeder & Angkutan Siswa

"Dari sisi bisnis, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya untuk lebih efisien dan adaptif, terutama di tengah dinamika harga energi global yang tidak menentu. Kami optimis, ke depan kendaraan listrik akan menjadi standar baru dalam industri transportasi.” imbuhnya.

Melalui langkah ini, untuk meuwjudkan target net zero emission serta agenda keberlanjutan nasional diharapkan dapat semakin terakselerasi. Selain itu, hal ini juga dinilai relevan secara bisnis, khususnya dalam menghadapi tekanan harga energi global, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku industri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.