Iran Ragukan Pakistan Jadi Mediator, Dinilai Terlalu Dekat dengan AS
Wawan Akuba April 27, 2026 06:43 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seorang anggota parlemen Iran melontarkan keraguan serius terhadap peran Pakistan sebagai mediator dalam negosiasi regional yang tengah berlangsung, memicu kekhawatiran soal netralitas di tengah momen diplomatik yang krusial.

Ebrahim Rezaei, yang mewakili Dashtestan sekaligus menjabat juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, menilai Pakistan tidak memiliki kredibilitas yang cukup untuk menjadi penengah.

Dalam pernyataannya di platform X, ia menyebut Pakistan sebagai “sahabat dan tetangga yang baik”, namun menegaskan negara tersebut “bukan mediator yang tepat” karena cenderung sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Rezaei juga menuding Islamabad enggan mengkritik Washington secara terbuka dan gagal menyoroti sejumlah komitmen AS yang menurutnya tidak dipenuhi, termasuk terkait Lebanon serta aset yang diblokir.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Pagi Ini Senin 27 April 2026, Cek Kedalamannya

Ia menegaskan bahwa seorang mediator seharusnya bersikap netral, bukan condong ke salah satu pihak.

Pernyataan ini muncul saat Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meningkatkan upaya diplomatik guna menjaga kelangsungan negosiasi di tengah ketidakpastian.

Araghchi diketahui melakukan kunjungan kedua dalam tiga hari ke Pakistan dan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat, Asim Munir, untuk membahas konflik serta kemungkinan jalan keluar.

Sebelumnya, Araghchi juga telah bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan pejabat tinggi lainnya, setelah melakukan kunjungan dari Oman.

Di sana, ia berdiskusi dengan Sultan Haitham bin Tariq al-Said mengenai keamanan di Selat Hormuz serta upaya diplomasi yang lebih luas.

Media Iran melaporkan bahwa pembahasan tidak hanya mencakup isu nuklir, tetapi juga proposal kerangka hukum baru untuk Selat Hormuz, tuntutan kompensasi, jaminan terhadap aksi militer lanjutan, serta pencabutan pembatasan maritim oleh Amerika Serikat.

Setelah kunjungan singkat di Islamabad, Araghchi dijadwalkan melanjutkan tur diplomatiknya ke Moskow sebagai bagian dari upaya Teheran menjaga momentum negosiasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.