TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Gabungan Pemuda dan Mahasiswa kota Manokwari Papua Barat mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menarik aparat militer dari wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Seruan penarikan militer terpampang pada spanduk aksi demo yang digelar pemuda dan mahasiswa di kawasan Fanindi Manokwari, Senin (27/4/2026).
Pantauan Tribunpapuabarat.com, puluhan massa masih melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian yang lebih dahulu melakukan pengamanan terbuka di titik aksi sejak Senin pagi.
Baca juga: Mahasiswa Puncak Kota Manokwari Tuntut Penarikan Militer dari Distrik Kamburu, Ini Penyebabnya
Informasi yang dihimpun, massa aksi bertujuan mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) dan Kanwil Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Barat untuk menyampaikan aspirasi.
Adapun poin tuntutan dalam aksi tersebut, bahwa massa menuntut keadilan atas insiden yang diduga menewaskan 10 warga sipil di kabupaten Puncak Papua Tengah.
"Tangkap dan adili pelaku pembunuhan 10 warga sipil di kabupaten Puncak Papua Tengah", tulis massa aksi dalam spanduk.
Dampak aksi tersebut, arus lalu lintas jalur Makalew menuju kawasan Amban dialihkan sementara melalui jalur alternatif Reremi dan Ayambori.