Pemkab Bangka Selatan Sediakan Kuota Pupuk Subsidi, Distribusi Disesuaikan Kebutuhan Wilayah
Ardhina Trisila Sakti April 27, 2026 11:03 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memastikan ketersediaan kuota pupuk subsidi tahun ini untuk memenuhi kebutuhan petani di berbagai kecamatan.

Empat jenis pupuk disiapkan guna mendukung produksi komoditas strategis yang menjadi fokus nasional.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian daerah.

Distribusi pupuk dilakukan berdasarkan kebutuhan riil dan karakteristik lahan di masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan total alokasi pupuk subsidi terdiri dari urea sebesar 1.685.198 kilogram atau sekitar 1.685,2 ton dan NPK sebanyak 3.874.690 kilogram atau 3.874,7 ton.

Selain itu, tersedia juga NPK formula khusus sebanyak 5.053 kilogram atau 5,05 ton dan pupuk organik sebesar 1.378.795 kilogram atau 1.378,8 ton. Seluruh kuota tersebut telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani yang terdaftar dalam sistem.

“Untuk tahun ini secara kuota Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan empat jenis untuk pupuk subsidi, yakni urea, NPK, NPK formula khusus dan pupuk organik,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (27/4/2026).

Menurutnya sebaran pupuk subsidi menunjukkan distribusi terbesar berada di Kecamatan Toboali dengan total mencapai 3.097.700 kilogram atau sekitar 3.097,7 ton, terdiri dari urea 931.900 kilogram dan NPK 2.165.800 kilogram tanpa alokasi NPK formula khusus dan organik.

Disusul Kecamatan Pulau Besar sebesar 2.172.700 kilogram atau 2.172,7 ton yang terdiri dari urea 433.300 kilogram, NPK 934.000 kilogram dan pupuk organik 805.400 kilogram.

Kecamatan Airgegas menerima 724.503 kilogram atau 724,5 ton dengan rincian urea 177.550 kilogram, NPK 408.000 kilogram, NPK formula khusus 5.053 kilogram, dan organik 133.900 kilogram.

Selanjutnya Kecamatan Lepar memperoleh total 708.200 kilogram atau 708,2 ton yang terdiri dari urea 110.000 kilogram, NPK 262.400 kilogram, dan pupuk organik 335.800 kilogram tanpa NPK formula khusus.

Kecamatan Tukak Sadai mendapatkan 90.500 kilogram atau 90,5 ton meliputi urea 15.900 kilogram, NPK 36.400 kilogram, dan organik 38.200 kilogram. Kecamatan Simpang Rimba menerima 85.600 kilogram atau 85,6 ton dengan rincian urea 13.700 kilogram, NPK 31.300 kilogram, dan organik 40.600 kilogram.

Sementara itu Kecamatan Payung hanya mendapatkan 46.600 kilogram atau 46,6 ton yang terdiri dari NPK 30.300 kilogram dan organik 16.300 kilogram tanpa alokasi urea maupun NPK formula khusus.

Kecamatan Kepulauan Pongok menjadi wilayah dengan alokasi paling kecil yakni 17.933 kilogram atau 17,9 ton, terdiri dari urea 2.848 kilogram, NPK 6.490 kilogram, dan organik 8.595 kilogram. Kondisi ini mencerminkan penyesuaian distribusi berdasarkan luas lahan dan aktivitas pertanian.

“Pembagian ini sudah mempertimbangkan luas lahan dan jenis komoditas yang dikembangkan petani,” ujar Risvandika.

Adapun lanjut dia, penyediaan kuota pupuk subsidi merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Fokus utama diberikan pada sembilan komoditas strategis yang terbagi dalam tiga subsektor, yakni tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

Komoditas tersebut meliputi padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi dan tebu. Dengan pupuk utama yang disubsidi adalah urea dan NPK untuk mendukung komoditas strategis tersebut.

Pemerintah juga terus menyederhanakan mekanisme penyaluran pupuk subsidi di lapangan. Petani kini cukup membawa KTP dan memastikan namanya telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Sistem ini diharapkan mampu memastikan distribusi tepat sasaran serta meminimalkan kendala.

“Kemudahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada petani,” sebutnya.

Dengan tersedianya kuota pupuk subsidi dan distribusi yang terarah, petani di Bangka Selatan diharapkan dapat mengoptimalkan musim tanam.

Ketersediaan pupuk menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Kondisi ini sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah.

“Kami optimis sektor pertanian akan terus berkembang dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah,” pungkas Risvandika.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.