Laporan wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Sebuah ruang kelas di SDN Banyuputih 1, Kecamatan Wringin, Bondowoso ambruk pada 23 April 2026.
Ambruknya atap ruang kelas itu terjadi saat malam hari. Sehingga dipastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menurut Kepala Desa Banyuputih, Ahmad Syahid, diduga kondisi kayu di bagian atap ruang kelas sudah lapuk. Sehingga terjadi peristiwa tersebut.
Sebenarnya, pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan ke Pemerintah Daerah sejak tiga tahun lalu. Namun tak kunjung terealisasi.
Baca juga: Kelas SDN Pangelen 1 Sampang Ambruk Diterjang Hujan, Siswa Terpaksa Belajar Bergantian
"Itu sebenarnya sudah diajukan berapa tahun ya mungkin tiga tahun lalu (perbaikan, red)," jelasnya dikonfirmasi pada Senin (27/4/2026).
Kini puluhan pelajar kelas III di ruang kelas tersebut, terpaksa dialihkan ke ruangan lain untuk mengikuti proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, membenarkan kejadian itu. Laporan tersebut telah tersampaikan ke dinasnya berikut langkah penyelamatan untuk belajar mengajar siswa sudah dilakukan. Seperti memindahkan ruang belajar siswa terdampak.
"Rescue penyelamatan sudah kita lakukan, seperti memindah tempat belajar," jelasnya.
Ia mengatakan perbaikan satu ruang kelas yang ambruk di SDN Banyuputih 1 ini diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp800 juta. Karena kondisinya yang parah.
Namun begitu pihaknya tak bisa langsung melakukan perbaikan. Karena kondisi anggaran saat ini yang masih efisiensi.
Sebenarnya, kata Taufan tercatat ada 12 sekolah sepanjang 2026 ini yang dilaporkan ambruk dan memerlukan perbaikan.
Di Kecamatan Wringin saja ada SDN Banyuwulu 4, SDN Banyuputih 1, serta SDN Banyuwulu 2.
"Sampai sekarang sudah ada 12 di Bondowoso yang ambruk," jelasnya.
Ia mengakui anggaran untuk perbaikan sekolah yang rusak tak dianggarkan di APBD. Karena kini perbaikan sekolah rusak menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam program revitalisasi sekolah rusak.
Pihaknya bahkan telah mengajukan perbaikan sekolah rusak ini ke Pemerintah Pusat. Namun jika perbaikan tak lolos, maka pihaknya akan menganggarkan melalui APBD dengan skema berbeda.
"Kalau di Banyuputih itu karena cukup besar, ya lumayan lah. Bisamungkin sampai Rp800 juta," pungkasnya.