TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Temuan logam mulia kembali terjadi di Bandara Djalaluddin Gorontalo.
Kali ini, petugas Aviation Security (Avsec) mendeteksi dua koper bagasi kabin berisi perhiasan dan logam emas saat proses pemeriksaan calon penumpang.
Peristiwa itu terjadi di Terminal Keberangkatan Bandara Djalaluddin, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 13.40 Wita.
Temuan bermula saat petugas melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-ray di area Passenger Security Check Point (PSCP).
Baca juga: Iran Ragukan Pakistan Jadi Mediator, Dinilai Terlalu Dekat dengan AS
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, menjelaskan bahwa indikasi awal muncul dari hasil pemindaian terhadap barang bawaan penumpang.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas Avsec Bandara melalui fasilitas X-ray di PSCP (Passenger Security Check Point), telah ditemukenali 2 koper bagasi cabin berisi perhiasan dan logam emas,” kata Joko Harjani dalam laporan tertulis yang dikutip TribunGorontalo.com, Senin (27/4/2026).
Dua koper tersebut diketahui dibawa oleh dua orang calon penumpang pesawat Lion Air JT 793 dengan rute Gorontalo–Makassar–Jakarta.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sebanyak 20 lempengan emas dengan berbagai ukuran.
Untuk memastikan isi barang, petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan secara manual di ruang khusus, disaksikan langsung oleh pemilik barang.
Proses pemeriksaan tidak berhenti di situ. Petugas Avsec selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Kawasan Bandara untuk melakukan pengecekan bersama.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan secara terpadu melibatkan petugas Avsec, pemilik barang, personel Polsek Kawasan Bandara, serta anggota Reskrim Polres Gorontalo.
Dalam proses tersebut, pemilik barang memberikan keterangan awal terkait berat emas yang dibawa.
“Berdasarkan informasi lisan dari pemilik barang, disampaikan bahwa berat logam emas yang terdapat dalam 2 koper tersebut adalah masing-masing sekitar 500 gr dan 800 gr (sebanyak 20 Pcs),” lanjutnya.
Pihak bandara mengambil langkah lanjutan dengan menyerahkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.
Barang bukti kemudian diserahkan kepada Polres Gorontalo dan disaksikan langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara untuk proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan foto yang diterima TribunGorontalo.com, emas itu berupa kepingan mentah yang umum ditemukan pada hasil pengolahan awal tambang emas.
Meski begitu, beluma da konfirmasi pasti apakah lempengan emas dengan berbagai bentuk itu adalah hasil dari pengolahan emas dari pertambangan.
Sebelumnya, upaya penyelundupan emas juga pernah digagalkan di bandara yang sama.
Dalam kasus berbeda, emas batangan seberat sekitar 1 kilogram ditemukan disamarkan dalam kiriman kaleng biskuit.
Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Andrean Pratama, membenarkan penanganan kasus tersebut yang kini telah naik ke tahap penyidikan.
Dalam pengungkapan sebelumnya itu, petugas menemukan lima keping emas dengan total berat mencapai 1.000,04 gram atau sekitar 1 kilogram, yang disembunyikan di dalam salah satu kaleng biskuit dalam paket kiriman. (*)