BOLASPORT.COM - Juara kelas bantam kickboxing ONE Championship, Jonathan Haggerty, mendapatkan sambutan istimewa dari Chelsea FC sebelum bertolak ke Tokyo untuk mempertahankan sabuknya melawan Yuki Yoza di ONE Samurai 1, Rabu (29/4/2026), di Ariake Arena.
Pada awal April lalu, juara asal Inggris itu hadir sebagai tamu kehormatan di Stamford Bridge saat Chelsea menghancurkan Port Vale 7-0 untuk melaju ke babak semifinal Piala FA.
Haggerty mendapatkan seragam khusus Chelsea bernomor punggung 7 dengan namanya tercetak di belakang.
Dalam foto yang diunggah di berbagai platform klub asal London tersebut, Haggerty terlihat berfoto di lapangan bersama bek Reece James dan menyaksikan Liam Delap menenteng sabuk kelas bantam kickboxing ONE Championship miliknya.
Energi dari Stamford Bridge kini dia bawa ke Tokyo.
Haggerty, yang juga sempat menenteng sabuk juara Muay Thai, akan tampil lagi setelah terakhir kali bertanding pada Februari tahun lalu.
Dia sempat dijadwalkan bentrok melawan Nabil Anane dalam duel perebutan sabuk Muay Thai, namun cedera bahu membuatnya mundur.
Kini petarung berusia 29 tahun ini telah sembuh total dan siap bertarung melawan salah satu jagoan terbaik dari Jepang.
"Semuanya berjalan sangat baik. Tidak ada yang terburu-buru di masa pemusatan latihan ini," ujar Haggerty.
"Kami memastikan semua aspek siap agar tidak mengulangi kesalahan yang sama."
"Saya mengasah apa yang sudah menjadi keunggulan saya dengan lebih efektif. Akurasi, kekuatan, pergerakan, serta kemampuan membaca dan membalas serangan. Saya lapar untuk bertarung."
Lawannya, Yuki Yoza, datang dengan prestasi mentereng, termasuk gelar juara K-1 dan catatan 13 kemenangan beruntun.
Kemenangan terakhirnya diraih atas Superlek, yang secara kebetulan pernah mengalahkan Haggerty dalam waktu kurang dari satu menit.
Selain catatan gemilang, Yoza juga datang dengan kata-kata pedas yang sudah dilontarkan sejak dia bergabung ke ONE Championship pada April 2025.
Jonathan Haggerty merasa bahwa Yoza terlalu banyak bicara dan terlalu gegabah dengan melayangkan banyak tantangan.
"Ketika saya melawan Felipe Lobo dan Fabricio Andrade, mereka juga banyak bicara."
"Hal itu justru membakar semangat saya dan akhirnya mereka yang merasakan akibatnya di malam pertarungan," kata petarung berjulukan Jenderal ini.
"Saya rasa sama dengan Yoza. Saya sudah baca semua yang dia katakan. Sekarang tugas saya adalah membungkamnya," lanjut Haggerty.
Dalam laga kontra Lobo dan Andrade, Haggerty memang tampil berapi-api dan berhasil mengalahkan dua petarung Brasil itu lewat KO.
Hal yang sama akan coba dia raih saat berlaga di tanah kelahiran sang lawan.
Dia bahkan sudah punya gambaran jelas tentang bagaimana laga di ONE Samurai 1 akan berakhir.
"Dalam skenario ideal, laga ini selesai di akhir ronde kedua." tukasnya.
"Itu terjadi saat dia mulai kehilangan kedisiplinan. Di situlah saya akan menjatuhkannya. Saya ingin mendaratkan tendangan memutar ke kepala yang akan menghabisinya."
"Yoza adalah striker hebat. Sangat teknis. Dia termasuk yang terbaik yang pernah saya hadapi."
"Dia punya gaya yang bisa mengakhiri pertarungan kapan saja."
"Tetapi saya juga tahu kemampuan diri. Selama tetap menjalankan game plan, ini akan jadi malam yang luar biasa untuk saya," pungkas Haggerty.
ONE Samurai 1 akan tayang pada Rabu (29/4/2026) mulai pukul 12.30 WIB dan dapat disaksikan lewat pay-per-view di live.onefc.com.