Asal-usul Bonus Rp5 Miliar Persib Terungkap, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Ada Pelanggaran Aturan
Tim TribunTrends April 27, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait polemik bonus Rp5 miliar untuk Persib Bandung yang sempat ramai diperbincangkan publik. Ia menegaskan bahwa skema pemberian bonus tersebut tidak menyalahi aturan.

Sebelumnya, aksi Bobotoh membentangkan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” saat laga Persib melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026), menjadi sorotan. Spanduk itu muncul di tengah polemik rencana bonus untuk Persib yang dikaitkan dengan Menteri PKP Maruar Sirait atau Ara.

Rencana bonus Rp1 miliar untuk setiap laga tandang itu kemudian menuai kritik dari sebagian Bobotoh karena dinilai terlalu bernuansa politis.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menjelaskan asal-usul dana bonus yang kini mencapai Rp5 miliar. Ia menyebut ide tersebut berawal dari pertemuan dirinya dengan Maruarar Sirait dan manajemen Persib yang membahas target besar klub.

"Bonus Rp 1 miliar berasal dari Asep Ara Sirait, saya menyebutnya kepada Bang Ara Sirait dengan kalimat Asep Ara Sirait karena dia sudah lama sekali tinggal di Jawa Barat saat kuliah di Universitas Parahyangan Bandung," kata Dedi dikutip dari Instagram dan telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

"Dan top management tersebut menyampaikan bahwa tantangannya sangat berat," kata Dedi.

Ia menambahkan bahwa tantangan besar tersebut membutuhkan dukungan tambahan, sehingga muncul komitmen bantuan dari pihak terkait.

Spanduk “Shut Up KDM” di GBLA Viral, Dedi Mulyadi Beri Respons dan Singgung Bonus Persib.
PERNYATAAN DEDI MULYADI - Ungkap Awal Bonus Persib Rp5 Miliar, Tegaskan Tak Langgar Aturan.(TikTok/@dedimulyadiofficial dan Tribun Jabar)

"Sehingga secara spontan saat itu Bang Ara menyampaikan bahwa akan membantu memberikan bonus pada setiap pertandingan di kandang lawan," ucap Dedi.

Dari total tujuh laga tersisa, lima di antaranya merupakan pertandingan tandang yang masing-masing disiapkan bonus Rp1 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp5 miliar.

"Dan jumlah uang yang diberikan sebesar Rp5 miliar untuk lima pertandingan. Dan pada saat itu, saya menanyakan, bolehkah itu menurut peraturan ketentuan melanggar atau tidak? Top Management mengatakan tidak ada pelanggaran," tuturnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa dirinya memilih menyampaikan informasi tersebut ke publik karena menjunjung tinggi prinsip transparansi.

Baca juga: Spanduk Shut Up KDM di GBLA Viral, Dedi Mulyadi Beri Tanggapan dan Singgung Bonus Persib Bandung

"Meskipun Bang Ara ke saya menyampaikan, tidak usah disampaikan kepada publik, saya sebagai orang yang selalu menjunjung tinggi transparansi, setiap pengelolaan keuangan saya sampaikan, ini harus disampaikan kepada publik," terang Dedi.

Ia bahkan menegaskan telah beberapa kali memastikan ke pihak manajemen soal izin publikasi informasi tersebut.

"Saya menanyakan kepada top managementnya, dibolehkan menurut aturan kalau itu dipublis? Dia katakan boleh. Saya tiga kali menanyakan, boleh nggak kalau itu dipublis? Dia nyatakan boleh," katanya.

Dedi kemudian mengajak seluruh Bobotoh untuk tidak memperpanjang polemik dan tetap fokus mendukung Persib Bandung yang masih memiliki sejumlah laga penting.

"Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan. Bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Hatur nuhun," ucapnya.

Selain itu, Dedi juga menanggapi santai kemunculan spanduk “Shut Up KDM” yang sempat viral. Ia justru menganggapnya sebagai bentuk pengingat dari suporter.

"Teman-teman bobotoh yang berada di Tribun Utara GBLA, saat pertandingan melawan Arema, saya mengucapkan terima kasih ya atas spanduk yang dibentangkannya, yang intinya adalah melarang saya untuk tidak bicara mengenai Persib," kata Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

"Dan spanduk tersebut saya yakin didasarkan pada sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik. Saya ucapkan terima kasih, saya sudah diingatkan," katanya. (Tribuntrends.com/Grid.ID/Widy Hastuti Chasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.