TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Yuliana menjadi sosok perempuan yang sukses mengelola usaha ayam petelur dengan produksi mencapai ratusan butir setiap hari.
Usaha yang dikelola di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju ini mampu menghasilkan hingga 540 butir telur per hari atau setara sekitar 18 rak.
Sebanyak 650 ekor ayam yang dipelihara menjadi penopang utama produksi telur yang dinilai stabil.
“Kandang ayam kami sudah dapat menghasilkan hingga 18 rak telur per hari dari total 650 ekor ayam yang kami miliki,” ujar Ketua Bumdes Maju Jaya Bersama itu, Senin (27/4/2026)
Meski produksi berjalan baik, Yuliana mengungkapkan saat ini menghadapi kendala di pemasaran.
Baca juga: 386 Jamaah Calon Haji Kloter 11 di Polman Diberangkatkan ke Asrama Haji Sudiang Makassar
Baca juga: Hari Otonomi Daerah 2026, Sekda Mateng Dorong Pemerataan Pembangunan Daerah
Distribusi telur masih terbatas di wilayah Desa Lebani dan sekitarnya, sehingga dalam beberapa hari terakhir hasil produksi mulai menumpuk.
Saat ini, Yuliana sedang memikirkan untuk membuka market agar usaha yang dikelola itu bisa berjalan dan membantu roda ekonomi.
Dia tak menampik, dengan adanya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bisa membuka ruang kerjasama untuk mendistribusikan telur.
“Kami berharap ada kerja agar dapat membantu menyerap produksi telur kami. Saat ini telur mulai menumpuk karena pemasaran menurun,” jelasnya.
Selain mendukung perekonomian desa, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Hingga kini, dua orang tenaga kerja telah dilibatkan untuk mengelola dan mengontrol kandang ayam.
Salah satu pekerja, Sarifuddin, mengaku bersyukur karena usaha tersebut membantu menambah penghasilan keluarganya.
“Alhamdulillah, saya bisa bekerja dan menambah penghasilan. Sebelumnya hanya berkebun, sekarang ada tambahan ekonomi,” ungkapnya.
Yuliana menargetkan perluasan pasar agar produksi telur dapat terserap maksimal sekaligus meningkatkan jumlah tenaga kerja di sektor peternakan tersebut.(*)