Wujud “Si Kentung” Sapi Kurban Presiden Untuk Provinsi Sulteng, Bobot Tembus 922kg
Regina Goldie April 27, 2026 12:09 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyalurkan hewan kurban melalui program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) ke berbagai daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Tengah.

Untuk Tingkat Provinsi, satu ekor sapi berjenis Simental dengan bobot mencapai 922 kilogram terpilih sebagai hewan kurban bantuan presiden. 

Sapi tersebut diberi nama “Si Kentung” dan akan disembelih di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, pada puncak pelaksanaan Idul Adha pada 27 Mei 2026 mendatang.

“Si Kentung” merupakan sapi milik peternak Sutran Indah Haryono yang berlokasi di Jl Munif Rahman, Lorong Bugis, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. 

Sapi berwarna cokelat ini lahir pada 22 November 2022 dan kini berusia sekitar tiga tahun.

Nama “Si Kentung” diambil dari tokoh fiksi dalam serial televisi “Tuyul dan Mbak Yul”, yang dikenal sebagai sosok jin raksasa penunggu laut.

Baca juga: Sering Diadukan Warga ke DPRD Banggai, Nasdem Soroti Masalah Tambang

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunak) Sulawesi Tengah, Dandy Alfita, mengatakan sapi tersebut telah melalui proses seleksi ketat.

Ia menjelaskan, penentuan sapi kurban bantuan presiden didasarkan pada sejumlah kriteria, terutama bobot badan dan kondisi kesehatan hewan.

“Dari hasil penjaringan, kami mendapatkan satu ekor sapi dengan bobot paling berat dibanding kandidat lainnya, yakni mencapai 922 kilogram,” ujar Dandy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).

Selain bobot, kata dia, sapi tersebut juga telah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan antemortem untuk memastikan tidak terdapat gejala penyakit hewan menular.

Menurutnya, sekitar sepekan lalu sapi tersebut juga telah diberikan obat cacing guna memastikan kondisi organ dalam, khususnya hati, tetap sehat.

Dandy menambahkan, pihaknya sempat menjaring sejumlah kandidat sapi dari beberapa wilayah, seperti Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Namun, bobot sapi-sapi tersebut masih berada di bawah “Si Kentung”, yakni rata-rata sekitar 800 kilogram, sehingga tidak memenuhi kriteria utama.

Baca juga: Bupati Poso Apresiasi Sinergi Kejaksaan Tinggi dan Pemerintah Daerah Sulteng

“Sapi kandidat lainnya kemudian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kurban di tingkat kabupaten dan kota,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penentuan lokasi penyembelihan dilakukan melalui koordinasi antara Sekretariat Presiden, Biro Kesra, dan pemerintah daerah.

Berdasarkan rekomendasi gubernur ke Sekertariat Kepresidenan, sapi kurban bantuan presiden untuk tingkat provinsi akan disembelih di Masjid Raya Baitul Khairaat.

Sementara itu, pemilik sapi, Sutran Indah Haryono, mengungkapkan awal mula “Si Kentung” terpilih sebagai sapi kurban presiden.

Ia mengatakan, proses seleksi dimulai dari kunjungan mantri hewan yang melakukan pengukuran bobot menggunakan lingkar dada. 

Selanjutnya, tim dari dinas terkait datang membawa timbangan untuk memastikan berat sapi secara akurat.

“Setelah ditimbang, beratnya mencapai 922 kilogram dan dijadikan kandidat sementara sambil mencari pembanding,” ujarnya.

Sutran menyebutkan, tim kemudian melakukan pencarian sapi lain di sejumlah daerah. 

Baca juga: Nuzul Rahmat Pamit dari Kejati Sulteng, Kini Bergeser ke Kejaksaan Agung

Namun, tidak ada yang mampu melampaui bobot “Si Kentung”.

Dalam perawatannya, ia mengaku tidak menggunakan metode khusus, melainkan menjaga konsistensi pemberian pakan.

Pada pagi hari, sapi diberi ampas tahu yang dicampur dedak. Sementara pada sore hingga malam hari, diberikan pakan rumput hijau.

“Kalau sapi terlihat kurang sehat, biasanya kami beri vitamin, obat cacing, atau ramuan tradisional seperti gula merah dan jahe,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Disbunak Sulawesi Tengah telah membeli sapi tersebut dengan harga Rp135 juta.

Saat ini, “Si Kentung” masih berada di peternakan miliknya sambil menunggu jadwal pengiriman ke lokasi penyembelihan.

Diketahui, selain satu ekor untuk tingkat provinsi, total terdapat 14 ekor sapi berbobot besar yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Tengah. 

Rinciannya, satu ekor untuk provinsi, satu ekor untuk Kota Palu, dan 12 ekor lainnya didistribusikan ke kabupaten se Sulawesi Tengah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.