SERAMBINEWS.COM – Kabar perombakan kabinet di pemerintahan Prabowo Subianto kembali berembus kencang.
Senin (27/4/2026), isu reshuffle disebut-sebut akan terjadi hari ini, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana.
Sejak pagi, aktivitas di lingkungan Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat, mulai menarik perhatian. Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan sejumlah protokol Istana sudah bergerak melakukan persiapan.
Petugas kebersihan tampak merapikan area kedatangan tamu. Sementara itu, beberapa staf protokol terlihat mendorong troli bertuliskan ‘Peralatan Upacara Istana Presiden RI’ yang berisi perlengkapan upacara kenegaraan.
Tak hanya itu, ada juga protokol yang membawa buket bunga detail kecil yang biasanya hadir dalam prosesi resmi di Istana Negara.
Suasana ini memicu spekulasi bahwa agenda penting tengah disiapkan. Namun, belum bisa dipastikan apakah benar terkait reshuffle kabinet.
Kabar yang beredar menyebutkan, sedikitnya lima pejabat negara akan terkena rotasi. Posisi yang disebut-sebut terdampak mulai dari kepala badan hingga menteri di Kabinet Merah Putih.
Jika benar terjadi, reshuffle itu disebut akan berlangsung pada pukul 15.00 WIB di Istana Kepresidenan.
Baca juga: Barcode BBM Subsidi Mendadak Hilang, Ini Penjelasan Lengkap dari Pertamina dan Solusi untuk Pengguna
Wacana perombakan kabinet sebenarnya bukan hal baru. Sejak awal April 2026, isu ini sudah sempat mencuat ke publik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pun pernah dimintai tanggapan. Sosok yang dikenal dekat dengan Presiden itu tidak memberikan jawaban pasti.
“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Jawaban tersebut justru membuat spekulasi semakin berkembang dalam beberapa pekan terakhir.
Informasi yang dihimpun, sejumlah posisi strategis kembali menjadi bahan evaluasi. Bahkan, nama Jenderal Dudung Abdurachman santer disebut-sebut akan mengisi jabatan Kepala
Staf Presiden (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.
Meski demikian, semua kabar tersebut masih sebatas rumor. Istana belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Baca juga: Jaga Marwah, Persiraja Bawa Satu Poin dari Tegal, Pelatih Sebut Pemain Kelelahan
Sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo terbilang cukup aktif melakukan evaluasi kabinet. Sepanjang 2025 saja, sudah empat kali reshuffle dilakukan.
Terakhir, pada Februari 2026, Presiden merombak posisi strategis di sektor keuangan dan moneter. Thomas Djiwandono ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Juda Agung, yang kemudian bergeser menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet sebanyak empat kali pada 2025 sejak menjabat sebagai Presiden RI.
1. Reshuffle jilid I
Reshuffle jilid I, terjadi pada 19 Februari 2025. terjadi pada 19 Februari 2025.
Saat itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro, diganti oleh Brian Yuliarto.
Daftar reshuffle pertama, yakni
Baca juga: Siap-siap Ada Long Weekend Lagi! Cek Tanggal Merah Mei 2026, Lengkap Tanggal Berapa Idul Adha
2. Reshuffle jilid II
Presiden melakukan perombakan besar di lima kementerian pada September 2025.
Saat itu, Prabowo mencopot Budi Gunawan sebagai Menko Polkam dan Dito Ariotedjo dari posisi Menpora.
Daftar reshuffle kedua:
3. Reshuffle jilid III
Prabowo melantik tiga menteri dan tiga wakil menteri pada bulan September 2025.
Presiden Prabowo melantik dua menteri baru, yakni Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Dikutip dari wantimpres.go.id, sebelumnya, posisi Menko Polkam dan Menpora sempat kosong setelah pada reshuffle jilid II Prabowo mencopot Budi Gunawan sebagai Menko Polkam dan Dito Ariotedjo dari posisi Menpora.
Berikut daftar reshuffle ketiga:
4. Reshuffle jilid IV
Prabowo kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih keempat kalinya pada Oktober 2025.
Dalam reshuffle keempat kali ini, ada lima menteri yang diganti.
Namun, pada 8 Oktober 2025, Prabowo melantik empat menteri baru dan satu wakil menteri di Istana Negara, Jakarta.
Sejumlah menteri tersebut, di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Isu perombakan kabinet sebenarnya sudah mencuat pada Februari 2026.
Perombakan pun menguat setelah adanya 'tukar guling' antara Thomas Djiwandono dengan Juda Agung.
Thomas Djiwandono dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung, sedangkan Juda Agung ditunjuk menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menggantikan Thomas.
Namun, pelantikan Wamenkeu dilakukan lebih dulu.
Kini, isu reshuffle kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka makin menguat pada akhir April 2026.
Pada awal April, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyatakan, perombakan kabinet akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Di tengah isu perombakan, muncul nama-nama tokoh akan mengisi sejumlah pos pejabat negara setingkat menteri dan kepala lembaga akan di-reshuffle.
Informasi yang dihimpun Tribunnews.com, Senin (27/4/2026), sejumlah pos pejabat negara setingkat menteri dan kepala lembaga akan di-reshuffle.
Kabarnya Jenderal Dudung dipercaya akan menduduki Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara itu, Muhammad Qodari akan dipindahkan menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.
Qodari dipercaya akan mengisi pos yang selama ini dianggap 'kelemahan' pemerintahan Presiden Prabowo yakni soal komunikasi publik.
Selain itu, ada sejumlah sosok lainnya yang mengisi posisi di Kabinet.
Tribunnews.com telah menghubungi Muhammad Qodari pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Ia tidak menjelaskan detail, namun meminta doa terbaik terkait hal ini.
"Mohon doa yang terbaik," tulis Qodari diakhiri emoji senyum.