Berita Persebaya Hari Ini Jelang Lawan Arema, Saat latihan Bonek Teriaki 'Bukan Derby Tapi party'
Wiwit Purwanto April 27, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Ribuan Bonek hadir langsung di saat sesi latihan terakhir Persebaya pada Minggu (26/4/2026) sore jelang menghadapi tuan rumah Arema FC.

Seperti diketahui, pertandingan derbi Jatim klasik Super League 2025-2026, Arema FC Vs Persebaya Surabaya dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026).

Tim Persebaya menjalani persiapan terakhir di Surabaya sebelum berangkat ke Bali pada latihan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/4/2026) sore.

Nampak Bonek hadir menyaksikan sesi latihan tim Persebaya itu.

Begitu sesi latihan selesai, satu komando, Bonek menyanyikan yel-yel penyemangat pada tim Persebaya.

Baca juga: Rekor Mentereng Jadi Modal Persebaya Surabaya Lawan Arema FC, Tavares Siapkan Kejutan

Perwakilan Bonek juga memekikkan semangat, dan motivasi.

"Pertandingan 28 bukan derby, tapi party," teriak Capo Ipul pada tim Persebaya yang dasambut tepuk tangan meriah Bonek.

"Kalian harus bermain happy, bermain bahagia. Tidak boleh menyerah. Surabaya adalah kota pahlawan, bukan kota pecundang," tambahnya dengan nada tegas.

Francisco Rivera Janjikan 3 Poin

Suntikan motivasi Bonek disambut baik pemain Persebaya, Francisco Rivera.

"Kita semua pemain tahu di pertandingan lawan Arema besok, akan berusaha maksimal untuk kamu (Bonek) dan semuanya," kata Rivera.

Meski tidak mudah. Pemain asal Meksiko itu sangat yakin, bisa pulang membawa tiga poin dari kandang Arema FC.

"Kami harus seratus persen dan dapat tiga poin," pungkasnya.

Baca juga: Persebaya Surabaya Optimis Hadapi Arema di Bali, Modal Kemenangan di Ternate

Semetara itu, pelatih Persebaya Bernardo Tavares juga menyampaikan optimisme sama.

Pelatih yang pernah juara bersama PSM Makassar itu berjanji akan melakukan upaya terbaik agar bisa meraih kemenangan.

"Kami akan menampilkan permainan yang terbaik dan seratus persen. Terima kasih atas supportnya," kata Bernardo Tavares.

Modal Besar untuk Menang Lawan Arema FC

Selain modal kemenangan 0-2 dari Malut United di laga terakhir. Persebaya juga memiliki rekor positif saat bertemu Arema FC.

Total 10 pertemuan terakhir sejak 2020, Persebaya tidak pernah kalah dari Arema FC.

Tujuh laga dimenangkan Persebaya menang, sisanya berakhir imbang, termasuk hasil imbang 1-1 pertemuan putaran pertama musim ini.

 Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan kesiapan timnya menghadapi pertandingan di mana pun. Baginya, status tuan rumah bukan alasan untuk menurunkan performa.

"Kami harus siap (dengan perubahan venue). Apalagi sudah diputuskan. Sekarang yang perlu dipikirkan bagaimana menghadapi laga nanti," katanya.

Keputusan pindah venue dari Stadion Kanjuruhan ke Kapten I Wayan Dipta diterima dengan sikap legowo. Santos menekankan bahwa fokus utama tim adalah persiapan menghadapi derbi penuh gengsi.

Arema FC sudah menyiapkan berbagai skenario adaptasi. Program latihan hingga strategi pertandingan dirancang agar tim tetap kompetitif meski bermain di Bali.

Situasi ini bukan hal baru bagi Singo Edan. Dalam dua musim terakhir, mereka beberapa kali menjalani laga kontra Persebaya di stadion yang sama.

Pengalaman tersebut membentuk mental tanding pemain. Mereka lebih siap menghadapi derbi tanpa atmosfer penuh di Kanjuruhan.

Meski begitu, Santos mengakui dukungan Aremania selalu menjadi energi tambahan. Atmosfer itu sempat terasa saat menjamu Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Sayangnya, kondisi tersebut tidak bisa dirasakan kali ini. Namun, Arema FC menolak menjadikannya alasan.

Tim justru bertekad membuktikan mental kuat sebagai tim besar. Langkah konkret pun disiapkan, termasuk program pemulihan pemain usai laga melawan Persib Bandung.

Skuad juga dijadwalkan berangkat lebih awal ke Bali agar memiliki waktu adaptasi cukup dengan kondisi lapangan dan lingkungan sekitar.

Persebaya Berpotensi Diuntungkan Situasi Netral

Di sisi lain, Persebaya Surabaya melihat peluang dari kondisi netral ini. Tanpa tekanan besar dari suporter tuan rumah, Bajol Ijo bisa tampil lebih lepas.

Kemenangan atas Malut United menjadi modal penting. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera mengembalikan kepercayaan diri tim setelah dua kekalahan beruntun.

Bernardo Tavares menilai kemenangan itu hasil kerja keras kolektif. Analisa matang terhadap lawan membuat Persebaya tampil efektif meski Malut United unggul penguasaan bola.

Kini, Persebaya menatap derbi dengan ambisi besar. Posisi mereka di klasemen lebih baik dibanding Arema FC.

Persebaya berada di peringkat keenam dengan 45 poin. Sementara Arema FC tertahan di posisi kesepuluh dengan 39 poin.

Momentum ini menjadi bekal penting menghadapi rivalitas panjang. Derbi Jatim selalu sarat gengsi dan penuh tekanan.

Tavares menekankan pentingnya fokus dan disiplin. Ia tidak ingin tim larut dalam euforia kemenangan sebelumnya.

Persiapan intensif dilakukan untuk menjaga konsistensi. Persebaya dituntut memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

Suporter Bonek menaruh harapan besar agar tim bisa mencuri poin. Dukungan moral dari Surabaya diharapkan mampu mengangkat semangat pemain.

Dengan kondisi skuad yang mulai bangkit, Persebaya optimistis menghadapi laga klasik ini.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.