TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Provinsi Jawa Barat selama ini menjadi lumbung suara bagi partai politik karena provinsi ini memiliki jumlah pemilih terbesar.
Jawa Barat saat ini memiliki 35,9 juta pemilih, sehingga menjadi wilayah strategis dalam menentukan arah kontestasi pemilu ke depan sekaligus barometer efektivitas kerja partai dalam menjangkau masyarakat.
Kondisi itu menjadi catatan bagi Partai Perindo untuk menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mengatakan bahwa Jawa Barat memegang peran kunci dalam peta politik nasional.
“Jawa Barat termasuk wilayah prioritas Partai Perindo. Dengan basis pemilih terbesar, langkah kita menuju 2029 harus dimulai dari sini, melalui kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, karena bagi kami yang penting adalah manfaat kehadiran Perindo dirasakan warga Jawa Barat," ujar Ferry, Senin (27/4/2026).
Penekanan tersebut menunjukkan arah strategi partai yang tidak hanya berorientasi elektoral, tetapi juga pada penguatan legitimasi melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Perindo bukan sekadar partai politik, tetapi partai pejuang yang bekerja dari bawah. Politik adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal, hingga generasi muda,” katanya.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang baru dilantik, Rifqi Ali Mubarok, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Barat sebagai pusat lahirnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan memahami dinamika ekonomi riil.
“Jawa Barat bukan hanya basis suara, tetapi ruang pembentukan kepemimpinan. Kami akan memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi atas persoalan ekonomi, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM,” ujar Rifqi.
Dikatakan Rifqi, konsolidasi akan difokuskan pada penguatan struktur hingga ke 27 kabupaten/kota, sekaligus mendorong program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk membangun basis dukungan yang solid di Jawa Barat, sekaligus memperluas pengaruh Partai Perindo di tingkat nasional.
"Dengan menjadikan Jawa Barat sebagai poros perjuangan, partai menegaskan arah geraknya pada pembangunan kepemimpinan yang berintegritas, penguatan kebijakan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.