Insiden tak biasa terjadi pada penerbangan FR2640 rute Marseille-Marrakesh. Pesawat lepas landas sebelum seluruh penumpang naik.
Insiden itu terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Pesawat awalnya dijadwalkan berangkat pukul 22.30 waktu setempat. Namun, penerbangan sempat tertunda akibat antrean panjang di area pemeriksaan perbatasan yang disebut dipicu oleh kurangnya petugas.
Ternyata, pilot memutuskan untuk tetap lepas landas, meski sebanyak 83 penumpang belum berhasil melewati pemeriksaan keamanan. Sejumlah penumpang yang tertinggal bahkan terlihat berlari di landasan pacu demi mengejar pesawat yang sudah bersiap berangkat.
"Baru sekitar 50 persen penumpang yang berhasil lewat saat manajer Ryanair datang menemui kami dan menjelaskan bahwa pintu ditutup karena lambatnya proses pemeriksaan," ujar salah satu penumpang, seperti dikutip dari , Senin (27/4/2026).
Dia menambahkan maskapai tetap berupaya memberangkatkan pesawat sesuai jadwal, apa pun yang terjadi.
Dalam laporan BFM TV, para penumpang itu berusaha untuk tetap ikut dalam penerbangan itu. Akibatnya, sekitar 30 penumpang yang marah memutuskan untuk menyerbu landasan demi mencegah pesawat lepas landas.
Pada klip video menunjukkan penumpang berlari-lari di landasan pacu. Mereka juga meneriaki staf bandara. Ada yang menyebut aksi itu mirip potongan film thriller kiamat zombie.
Dalam video itu juga terekam momen pilot mengeluarkan kepalanya dari jendela kokpit saat seorang penumpang yang tertahan mencoba memprotes dengan mengatakan, "itu tidak baik."
Video lain menunjukkan seorang wanita tampak berteriak dan melambaikan tangan dengan penuh frustrasi, sementara penumpang lain berdiri di depan pesawat. Meski sempat ada upaya untuk menghentikan keberangkatan, pesawat tetap lepas landas pada pukul 01.50 waktu setempat.
Menurut sumber kepolisian, seorang penumpang wanita bahkan ditangkap karena dicurigai merusak sistem keselamatan kebakaran sehingga membuka akses ke landasan pacu. Perempuan itu kemudian mengakui tindakan itu.
Bandara Marseille-Provence melakukan penyelidikan internal untuk meninjau rangkaian kejadian itu.





