TRIBUNNEWS.COM - Timnas Austria mencoba membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan yang tak bisa dipandang remeh pada pagelaran Piala Dunia 2026.
Austria layak disemati label 'kuda hitam' pada Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang digulirkan 12 Juni nanti.
Dibawah besutan Ralf Rangnick sebagai salah satu pelatih pelopor "Gegenpressing", Austria bisa membuat kejutan di Grup J yang dihuni juara bertahan, Argentina, Yordania, dan Aljazair.
Perpaduan pengalaman pemain senior seperti David Alaba, Marcel Sabitzer, dan Marko Arnautovic dengan gelombang talenta muda menjadikan Austria sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai.
Filosofi sepak bola khas Rangnick telah mengubah Austria menjadi tim yang sulit ditaklukkan, bahkan berpotensi menjadi kuda hitam berbahaya di turnamen ini.
Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian sesungguhnya bagi Austria, apakah mereka hanya mampu bersaing di fase grup, atau justru sanggup melampaui ekspektasi dan menghadirkan kejutan besar di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.
Timnas Austria memiliki sejarah partisipasi yang cukup panjang di Piala Dunia, meskipun belum pernah berhasil meraih gelar juara.
Prestasi terbaik mereka tercatat pada edisi awal turnamen, menunjukkan Austria memiliki akar sepak bola yang kuat.
Mereka mencapai posisi keempat pada Piala Dunia 1934 yang diselenggarakan di Italia.
Selain itu, Austria juga berhasil meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 1954 di Swiss, mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa saat itu.
Pada turnamen tersebut, mereka berhasil mengalahkan Uruguay dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.
Partisipasi terakhir Austria di Piala Dunia adalah pada tahun 1998 yang berlangsung di Prancis. Sayangnya, pada edisi tersebut, mereka tersingkir di babak penyisihan grup dan gagal melaju ke fase selanjutnya.
Sejak saat itu, Das Team berupaya keras untuk kembali menjejakkan kaki di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca juga: Profil Timnas Brasil: Dulu Jaya, Kini Merana, Raja Piala Dunia yang Kehilangan Magisnya
Piala Dunia 1934: Juara 3
Piala Dunia 1954: Juara 3
Piala Dunia 1978: Babak Kedua
Piala Dunia 1982: Babak Kedua
Piala Dunia 1990: Fase Grup
Piala Dunia 1998: Fase Grup.
Austria mengawali perjuangan mereka lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi zona Eropa (UEFA).
Pada fase ini, skuad asuhan Ralf Rangnick tergabung di Grup H. Marcel Sabitzer dkk. otomatis lolos ke putaran final setelah finis sebagai pemuncak klasemen.
Mereka mengumpulkan 19 poin berkat enam kemenangan, sekali imbang, dan satu kekalahan. Mencoptakan 22 gol dan kebobolan 4 lesakan, menempatkan Austria sebagai tim dengan kombinasi penyerangan-pertahanan paling baik di Grup H.
Seperti yang disinggung awal, timnas Austria pada Piala Dunia 2026 dinakhodai Ralf Rangnick.
Ralf Rangnick, sosok yang dikenal sebagai salah satu arsitek di balik filosofi sepak bola "Gegenpressing", telah menukangi Austria sejak April 2022.
Kedatangannya membawa perubahan signifikan dalam gaya bermain dan mentalitas tim.
Rangnick dikenal dengan gaya kepelatihan yang mengedepankan intensitas tinggi, menekan lawan secara agresif, dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Filosofi ini telah sukses diterapkan di berbagai klub Eropa, termasuk RB Leipzig dan Hoffenheim, tempat Rangnick mengukir reputasi sebagai "profesor" sepak bola Jerman.
Di bawah asuhan Rangnick, Austria menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, puncaknya adalah keberhasilan lolos ke Euro 2024. Ia berhasil membangun tim yang solid dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda.
Sementara untuk pemain kunci, Austria tak kekurangan pemain kesohor yang untuk menjadi kunci perjuangan di Piala Dunia 2026.
Di lini depan, ada striker gaek yang pernah membela Inter Milan, Marko Arnautovic. Di Piala Dunia 2026, Arnautovic berusia 37 tahun.
Bergeser ke lini tengah, Marcel Sabitzer yang kini berstatus pemain Borussia Dortmund tak bisa dikesampingkan.
Pernah menjadi bagian dari Munchen dan Manchester United, membuktikan bagaimana kualitas pemain berusia 32 tahun itu untuk mengontrol lapangan tengah permainan.
Konrad Laimer menjadi yang paling menarik untuk ditunggu. Meroket bersama RB Leipzig, Konrad kini menjadi bagian dari Bayern Munchen.
Di usianya yang ke-28 kini, Laimer menjadi pilihan paten di sisi kanan permainan Munchen. dari 41 pertandingan, dia membukukan 3 gol dan 12 assist. Capaian yang memuaskan untuk pemain yang berposisi sebagai wingbek.
Selain itu di lini pertahanan ada penggawa Real Madrid, David Alaba, yang juga pernah menjadi bagian dari Munchen.
Terakhir, ada mantan rekan Jay Idzes semasa masih membela Venezia, Michael Svoboda. Musim lalu, dia bahu-membahu dengan Jay Idzes di Serie A sebelum akhirnya kembali terdegradasi ke Serie B.
Ketika Idzes memutuskan hengkang ke Sassuolo, Michael Svoboda memilih setia di Venezia, klub yang dia perkuat sejak 2020.
Dia tergolong bek yang memiliki insting gol mumpuni. Bersama Venzia, musim ini bek tengah berusia 27 tahun tersebut mengemas tiga gol dan satu assist dalam 28 laga.
17 Juni 2026
11.00 WIB: Austria vs Yordania
23 Juni 2026
00.00 WIB: Argentina vs Austria
28 Juni 2026
09.00 WIB: Aljazair vs Austria
(Tribunnews.com/Giri)