BOLASPORT.COM - Dua tahun paceklik terasa seperti selamanya. Penantian itu akhirnya selesai bagi Jakarta LavAni Livin Transmedia ketika berhasil menjadi juara lagi pada Proliga 2026.
Proliga 2026 berakhir dengan Jakarta LavAni Livin Transmedia berhasil menggondol trofi juara di sektor putra.
Kejayaan didapatkan Dio Zulfikri dkk. setelah dua kemenangan dalam dua leg atas Jakarta Bhayangkara Presisi dalam grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, akhir pekan lalu.
LavAni selalu menang dalam empat set. Pada Jumat (24/6/2026) mereka menang 25-22, 22-25, 25-16, 25-18. Sementara pada Sabtu (25/6/2026) skornya 25-22, 25-20, 18-25, 25-22.
"Alhamdulillah, puji syukur, pialanya balik lagi ke Cikeas berkat kerja keras teman-teman semua," ucap Dio Zulfikri selaku kapten LavAni setelah upacara penyerahan piala.
"Ini juga berkat semua motivasi dari pelatih dan pengurus, Bapak SBY, dan pembina tim LavAni sendiri, atas support yang luar biasa untuk kami dapat mengembalikan piala tersebut ke Cikeas."
"Dari awal teman-teman sudah bertekad untuk tahun ini kami harus bisa, gimana caranya kami latihan keras dengan keras. Alhamdulillah hasilnya jadi yang terbaik di Proliga tahun ini."
LavAni mengalami musim kemarau setelah keberhasilan menjadi kampiun Proliga secara back-to-back pada 2022 dan 2023.
Bhayangkara menjadi momok karena dua kali mengalahkan tim milik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu di final pada 2024 dan 2025.
Nestapa terakhir bahkan dialami LavAni dengan tragedi reverse sweep alias setelah unggul 2-0 dalam kedudukan set.
Runner-up mungkin bisa dipandang sebagai kegagalan bagi LavAni.
Tak hanya karena materi pemain yang solid, LavAni menjadi kekuatan yang sulit dibendung di babak reguler dan final four saat dipaksa menerima peringkat kedua.
Untungnya, tahun ini tak lagi anti-klimaks. Dio sendiri turut menunjuk faktor perubahan format grand final dari sekali tanding menjadi best-of-three.
"Sistemnya sekarang dua kali kemenangan dan itu membuat mental anak-anak di setiap pertandingan kami harus fight," katanya lagi.
"Di final sebelumnya satu pertandingan selesai. Dan menurut saya dalam pertandingan kita pasti ada naik turunnya ya. Mungkin di satu pertandingan itu belum rezeki kami."
"Alhamdulillah di dua pertandingan di grand final ini kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal berkat kerja keras dari tim pelatih dan dari teman-teman semua juga."
LavAni berbenah pada tahun ini dengan merekrut middle blocker legendaris Amerika Serikat, David Lee, yang rupanya tidak asing dengan Proliga.
Tiga tahun sebelum meraih emas Olimpiade di Bejing, Lee justru meraih gelar pertama sebagai pemain profesional bersama Jakarta BNI46 di Proliga musim 2005.
"Perubahan dari pelatih baru menurut saya sangat signifikan ya," ucap Dio Zulfikri yang juga membela tim BNI46 sebelum pindah ke LavAni.
"Coach David menekankan kita untuk bertahan dan untuk middle blocker-nya lebih intens lagi untuk latihan karena pukulan di voli putra sangat kencang-kencang sekali."
"Selain itu coach menekankan kepada kita untuk bertahan membaca setiap permainan dari musuh," tambahnya.
LavAni akhirnya tak hanya meraih gelar tetapi juga gelar juara. Best seven Proliga didominasi pemain dari skuad Cikeas ini.
Dio menjadi setter terbaik, Hendra Kurniawan dan M Malizi mengisi dua slot best middle blocker, Irpan menjadi best libero, lalu Taylor Sander dan Boy Arnes Arabi menjadi best outside hitter.
Titel MVP alias pemain terbaik juga mendarat di LavAni berkat performa Boy Arnes yang dinilai paling impresif di antara pemain lokal lainnya.
"Pastinya bersyukur. Enggak nyangka juga bisa dapat, mungkin ini sudah rezeki saya. Tapi ya, ini pelajaran lagi buat saya untuk bisa jaga gelar ini ke depannya," ucap Boy soal titel MVP-nya.