TRIBUNJAKARTA.COM - Turnamen sepak bola usia dini Pilot Pen Bellmare Cup 2026 yang digelar di ASIOP Training Ground, Sentul, Bogor, pada 25–26 April 2026 berakhir dengan sorotan tajam.
Muncul dugaan ketidakadilan dan kecurangan yang disuarakan tim peserta dalam pelaksanaan tersebut.
Ajang yang sejatinya menjadi wadah pembinaan pemain muda ini justru viral di media sosial lantaran disebut diwarnai dugaan kecurangan serta ketidaktransparanan penyelenggaraan.
Situasi semakin memanas setelah laga final berakhir dengan kemenangan tuan rumah ASIOP yang juga berstatus sebagai penyelenggara.
Kondisi ini memunculkan reaksi keras dari para pemain dan orang tua yang hadir di lokasi pertandingan.
Dalam laporan unggahan yang disampaikan akun Instagram lingkar.sepakbola, menyebut adanya dugaan bahwa jalannya turnamen sudah “diatur” sejak awal.
Hal itu terlihat dari pembagian grup hingga bagan pertandingan.
Dalam unggahan tersebut juga disampaikan kritik keras terhadap panitia penyelenggara.
“1 kata : MALU ini semua krn ULAH siapa? ulah panitia, krn CULAS dan tidak FAIR sejak awal. tidak ad DRAWING group (tau tau udh jd), tidak ad BAGAN (bagan suka suka panitia). TIM2 bagus, di BLOKIRIN, di BLACKLIST krn takut kalah. semua seolah sudah DISETTING secara RAPI biar JUARA mereun. terus, anak yg jd KORBAN, anak yg KENA MENTAL. klo udh begini, siapa yg SALAH? MAFIA sudah di HALALKAN sejak dini. indahnya dunia persebak bolaaan di indonesia,” tulis akun tersebut.
Dalam narasi yang beredar, tuan rumah ASIOP yang juga berstatus sebagai penyelenggara turut menjadi sorotan setelah keluar sebagai juara dalam laga final.
Kericuhan juga disebut terjadi usai pertandingan final.
Sejumlah pemain terlihat meninggalkan lapangan dengan ekspresi kecewa, bahkan berteriak menyuarakan kekecewaan terhadap jalannya pertandingan.
“Bikin malu,” teriak para pemain yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Unggahan lainnya dari akun Instagram pemain.keduabelass, menyoroti kekecewaan para pemain serta orang tua yang hadir di lokasi pertandingan.
Dalam keterangannya disebutkan adanya dugaan ketidakadilan wasit yang memihak tuan rumah.
“Beredar video di sosial media yang menunjukkan tangis para pemain sepakbola usia dini saat mengikuti ajang turnamen sepakbola, dalam keterangan video tersebut menjelaskan bahwa para pemain dari Bali ini diduga menjadi korban kecurangan wasit yang memihak ke tuan rumah. Sangat disayangkan jika turnamen usia dini aja sudah begini,” tulis akun tersebut.
Turnamen Pilot Pen Bellmare Cup 2026 sendiri sejatinya dirancang sebagai ajang pembinaan pemain muda untuk mengasah kemampuan, menjunjung sportivitas, serta membuka peluang tampil di level internasional.
Namun, rangkaian kejadian yang viral tersebut kini justru menuai sorotan luas dari publik sepak bola usia dini di Indonesia.
Turnamen Pilot Pen Bellmare Cup 2026 digelar di ASIOP Training Ground, 25–26 April 2026.
Ajang ini sendiri merupakan turnamen bergengsi hasil kolaborasi Shonan Bellmare Indonesia dan ASIOP Academy, yang diikuti 24 tim U-11.
Kompetisi ini digadang sebagai jalan menuju turnamen internasional Copa Bellmare di Jepang, dengan hadiah utama kesempatan bertanding melawan klub dari Jepang, Brasil, hingga Eropa.
Namun, di tengah misi pembinaan tersebut, beredar berbagai unggahan yang menyoroti dugaan kecurangan hingga ketidakadilan dalam pelaksanaan turnamen.
Baca juga: Pembagian Grup GIC 2024: ASIOP Dapat Lawan Berat Ditantang Shonan Bellmare dan Guangzhou Evergrande
Baca juga: ASIOP Punya House of Champions yang Mirip Seperti Akademi La Masia, Punya Fasilitas Berstandar FIFA
Baca juga: Serba-serbi Garuda International Cup 2023: ASIOP Juara di Kategori U-17, Bima Sakti Beri Pujian