Usung Semangat Kartini, Ibu-ibu Rumah Tangga di Jogja Diberdayakan Jadi 'Beauty Preneur'
Hari Susmayanti April 27, 2026 03:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di sebuah ruangan yang tertata rapi dengan aroma menenangkan, cahaya yang bersumber dari magnifying lamp berpendar terang. 

Sorot lampu menyinari jemari Maxima Zeta Raspati (55) yang tampak lincah namun penuh kehati-hatian, memijat wajah seorang pasien yang terbaring di depannya.

​Tak ada keraguan dalam gerakannya, meski warga Kota Yogyakarta itu mengaku latar belakangnya bukanlah dunia kecantikan, melainkan pelaku UMKM di bidang kuliner. 

Kali ini, Maxima bukan sedang memasak, melainkan berjibaku dengan alat steamer wajah dan berbagai produk pembersih dalam pelatihan facial basic yang digelar oleh DRW Academy, Senin (27/4/2026).

​"Bidang saya memang di kuliner, tapi ada keinginan ingin buka bisnis home care facial treatment. Ternyata, seperti gayung bersambut, ada undangan pelatihan, dan pelatihnya langsung dari ahlinya," ujarnya.

​Potret ketekunan Maxima adalah cermin dari semangat pemberdayaan perempuan yang sedang digelorakan di Yogyakarta melalui momentum Hari Kartini yang diperingati 21 April lalu.

Sebuah pemantik bagi kaum perempuan, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM, untuk naik kelas dengan menguasai kompetensi baru di bidang kecantikan.

"Apalagi, di sini mentor-mentornya sangat profesional dan membimbing kita satu demi satu, dari nol, sampai kami bisa melakukan sendiri dalam jangkauan tidak terlalu lama," ungkapnya.

Baca juga: Menangkap Esensi "Sukaria": Potret Kemeriahan Pasar Wiguna ke-102 di VRATA Hotel Kalasan

​"Saya coba terapkan saat hari libur, ternyata peminatnya banyak. Bahkan pelanggan minta kalau bisa seminggu sekali saya datang. Ini peluang ekonomi yang sangat bagus," urai Maxima.

Founder DRW Corporation, dr. Wahyu Triasmara, menuturkan, program ini dirancang untuk memberikan bekal nyata bagi perempuan agar lebih berdaya secara ekonomi.

Menurutnya, industri kecantikan di era sekarang bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan pasar dengan potensi yang cenderung sangat besar dan luas.

​"Kami ingin memberdayakan wanita-wanita Indonesia agar memiliki skill. Tidak hanya untuk merawat diri sendiri atau keluarga, tapi harapannya bisa menjadi jasa pelayanan di masyarakat sekitar yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga," ungkapnya.

​Dalam pelatihan intensif ini, para peserta diajarkan teknik facial basic yang komprehensif, selaras standar perawatan wajah paling dasar yang bisa ditangkap oleh awam.

Mulai dari pembersihan wajah atau cleansing, kemudian pengangkatan komedo, hingga teknik pijat atau massage untuk relaksasi otot dan memperlancar aliran darah.

​"Banyak yang berpikir pakai krim malam-siang saja cukup untuk glowing. Padahal, sel kulit mati harus diangkat rutin melalui facial, supaya perawatan skincare di rumah bisa maksimal. Ini peluang pasar yang bisa diambil ibu-ibu," terangnya.

​Program yang baru perdana dijalankan oleh DRW Academy ini mendapat antusiasme luar biasa, di mana dari 70 pendaftar, terpilih 40 peserta yang dibagi dalam dua batch agar proses bimbingan mentor lebih intensif.

​Langkah kecil dari ruang pelatihan pun diharapkan menjadi bola salju yang memicu kemandirian ekonomi perempuan di sudut-sudut kampung di Yogyakarta. 

"Pesertanya dari berbagai macam latar belakang. Ada yang ibu rumah tangga, UMKM di F&B atau makanan, terus ada juga yang punya salon. Tapi, kebanyakan memang ibu rumah tangga," pungkasnya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.