TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Suasana Minggu pagi di Kalasan biasanya tenang, namun pada 26 April 2026, kawasan ini berubah menjadi pusat energi kreatif yang luar biasa.
Penyelenggaraan Pasar Wiguna Kaping 102 bertajuk “Sukaria” sukses menyulap VRATA Hotel menjadi ruang temu lintas generasi dan komunitas.
Melalui lensa dokumentasi lapangan (seri foto AMBR9523-AMBR9615), kita dapat melihat bagaimana setiap sudut hotel ini bernapas dalam semangat kolaborasi yang kental.
Fajar yang Energetik: Dimulai dengan Pergerakan
Kondisi di lapangan sudah menunjukkan kepadatan sejak pagi hari. Area parkir dan halaman VRATA Hotel dipenuhi oleh ratusan peserta Sunday Morning Walk dan komunitas lari 26RUN.
Salah satu momen paling menarik yang terdokumentasi adalah kehadiran rombongan pesepeda dari Jogja Women Cyclists, yang membawa warna tersendiri di tengah nuansa heritage hotel.
Melangkah lebih dalam ke area utama pasar, pengunjung langsung disambut oleh deretan stan UMKM yang tertata apik.
Dokumentasi foto menangkap interaksi hangat antara perajin dan pembeli yang mencerminkan kedekatan personal.
Di sini, prinsip less waste benar-benar diimplementasikan secara nyata; tidak ada tumpukan sampah plastik yang mencolok.
Berbagai pilihan makanan sehat yang disajikan secara estetik menjadi daya tarik utama bagi para pencinta kuliner.
Selain itu, terdapat pula produk kreatif seperti lilin aromaterapi yang terbuat dari bahan daur ulang, membuktikan bahwa gaya hidup ramah lingkungan bisa tampil sangat berkelas di tangan para artisan.
Baca juga: Pasar Wiguna Kaping 102 Sukaria Hidupkan Kolaborasi Komunitas di Sleman
Interaksi Kreatif dan Ruang Komunitas
Hal yang paling menonjol dari Pasar Wiguna Kaping 102 ini adalah aspek interaktifnya.
Di beberapa titik, terlihat kerumunan antusias menyaksikan seniman dari Doodle Indonesia Chapter Yogyakarta yang jemarinya lincah menggoreskan sketsa langsung di lokasi, mengabadikan momen demi momen dalam bentuk visual yang artistik.
Pengunjung pun tidak hanya datang untuk membeli barang jadi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif melalui sesi sablon langsung yang sangat dinamis.
Tak ketinggalan, dimensi edukasi juga dihadirkan bagi generasi muda melalui lokakarya content creator bersama VOKS Radio yang melibatkan anak-anak dengan penuh keceriaan.
Meskipun suasana riuh rendah oleh pengunjung, hadir pula oase ketenangan yang diciptakan oleh Klub Buku Yogyakarta dan Sekelana.
Mereka menghadirkan taman baca dengan koleksi buku yang beragam, menjadi tempat bagi pengunjung untuk sejenak duduk santai dan berdiskusi literasi di tengah hiruk-pikuk pasar.
Di sudut lain, tersedia layanan cek kesehatan dan kulit, di mana pengunjung terlihat mengantre dengan tertib untuk berkonsultasi secara langsung.
Sentuhan Heritage dan Eksplorasi Wisata
Sebagai bagian dari pengalaman heritage yang ditawarkan VRATA Hotel, keberadaan kendaraan klasik VW menjadi magnet visual yang kuat.
Foto-foto di lapangan menunjukkan mobil-mobil ikonik ini siap mengantar pengunjung untuk mengeksplorasi situs sejarah di sekitar Kalasan, seperti candi-candi yang letaknya tak jauh dari hotel.
Hotel Manager VRATA Hotel, Peggy Puspita Sari, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini merupakan strategi untuk mengundang keramaian sekaligus menjangkau masyarakat di wilayah Kalasan hingga Klaten.
“Kami ingin mengenalkan VRATA Hotel sebagai properti terbaru, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda melalui Pasar Wiguna di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejak pagi hari, berbagai aktivitas mulai dari bersepeda hingga pameran produk UMKM lokal telah berhasil membangun atmosfer "Sukaria" yang sesungguhnya.
Wadah Ekosistem Kreatif
Pasar
Wiguna sendiri telah lama dikenal sebagai ruang kreatif yang menggabungkan konsep pasar artisan dengan elemen komunitas, seni, dan gaya hidup.
Pada edisi ke-102 ini, kolaborasi dengan berbagai komunitas seperti CherryPop Festival, Doodle Indonesia, hingga komunitas lari dan sepeda, menciptakan program yang sangat variatif, mulai dari spinning session hingga diskusi buku.
Peggy menekankan bahwa VRATA Hotel sangat mendukung konsep ini karena selaras dengan fokus hotel pada aspek experience.
Lokasinya yang dekat dengan Candi dan Tebing Breksi menjadikan acara ini sebagai pintu gerbang wisata yang unik.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan Pasar Wiguna akan kembali digelar di sini, melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi,” tambahnya. (*)