Wujudkan Konektivitas Bantaran, Pemkot Yogya Lanjutkan Proyek Jalan Inspeksi di Tiga Sungai Besar
Muhammad Fatoni April 27, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melanjutkan upaya pembenahan kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai. 

Sepanjang tahun 2026 ini, selaras rencana, pembangunan akses jalan tepi sungai atau jalan inspeksi bakal dilanjutkan di beberapa titik strategis.

​Proyek fisik tersebut bakal menyasar tiga sungai besar yang membelah Kota Pelajar, yakni Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong.

​Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta. 

Ia ingin akses di tepi sungai, terutama Sungai Code, bisa tersambung mulai dari hulu di perbatasan Sleman hingga hilir di perbatasan Bantul.

​Pembangunan ini juga selaras dengan konsep penataan permukiman Mundur, Munggah, Madhep Kali (M3K) yang telah diterapkan Pemkot Yogyakarta.

​"Yang mundur, munggah, madhep kali itu kita bikin jalan. Total tahun ini bisa membikin jalan di pinggir sungai itu saya hitung hampir satu kilometer. Ini target karena supaya dalam waktu empat tahun selesai. Sudah kami bagi bersama Dinas PU, Sungai Code, Sungai Winongo, kemudian Sungai Gajah Wong. Sudah kita bagi," katanya, belum lama ini.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Bakal Usut Tuntas Kasus Little Aresha Daycare, Wali Kota Bentuk Tim Khusus

Akses Jalan Inspeksi

​Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan, berujar, pada 2026, pembukaan akses jalan inspeksi direncanakan sepanjang kurang lebih 900 meter. 

Lokasinya tersebar di beberapa titik, di antaranya wilayah Cokrodiningratan (Sungai Code), Pakuncen (Sungai Winongo), dan Pandeyan (Sungai Gajah Wong).

​Pembangunan jalan inspeksi ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program penanganan kawasan kumuh yang pengerjaannya menggunakan anggaran APBD Kota Yogyakarta.

​Untuk wilayah Cokrodiningratan di bantaran Sungai Code, dialokasikan anggaran Rp650 juta guna pemangkasan bangunan rumah serta Rp150 juta untuk pembukaan jalan awal, lalu di wilayah Pandeyan (Sungai Gajah Wong), disiapkan anggaran sekitar Rp400 juta.

​"Itu memang beririsan (dengan penataan kawasan kumuh). Jadi memang dipilih lokasi yang belum ada jalan inspeksinya dan area kumuh maupun rentan kumuh. Yang di Pandeyan misalnya sudah dibangun talut pada tahun 2025, tapi jalannya belum jadi," terangnya.

​Dijelaskan, sebagian warga di lokasi terdampak sudah mulai memundurkan bangunan rumah mereka dari tepi sungai secara mandiri maupun bertahap pada tahun ini.
​Di sisi lain, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi, memaparkan bahwa pihaknya juga menangani titik di wilayah Bener dan Pakuncen. 

Proyek di Pakuncen sepanjang 100 meter dianggarkan sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan di Bener sepanjang 100 meter dengan alokasi Rp1 miliar.

​Proses pengerjaan fisik pun dijadwalkan sudah mulai berjalan paling lambat pada Agustus, kemudian ditargetkan rampung pada kisaran November 2026.

​"Pembangunan yang Pakuncen itu melanjutkan di tahun sebelumnya di sisi barat Sungai Winongo. Fungsi jalan inspeksi ini selain untuk akses jalan juga untuk maintenance talut dan sungai serta melindungi permukiman itu sendiri," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.