WARTAKOTALIVE.COM - Kerajaan Oman menerima hangat perwakilan Iran meskipun sempat menjadi sasaran dalam perang 44 hari.
Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi menyambangi Istana Al Barakah pada Senin (28/4/2026).
Araghchi diterima langsung oleh Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said di Istana Al Barakah.
Keduanya melakukan mediasi dan dialog untuk merundingkan Selat Hormuz yang masih diblokade Iran.
Mediasi tersebut pun berlangsung hangat dan penuh hormat. Terlihat tidak ada kebencian di wajah Sultan Oman meskipun negaranya sempat menjadi sasaran pembalasan dendam Iran dalam perang 28 Februari 2026 lalu.
Di X resmi Kesultanan Oman dijelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, dilakukan konsultasi mengenai perkembangan terbaru situasi di kawasan.
Kedua negara juga berbicara untuk upaya mediasi dan langkah-langkah yang diarahkan untuk mengakhiri konflik-konflik.
Pihak Oman juga mendapat pemahaman tentang pandangan pihak Iran terkait perkembangan tersebut.
Sementara itu, Iran juga mendengarkan pandangan Sultan Oman mengenai cara-cara mendorong upaya-upaya ini agar memperkuat peluang mencapai solusi politik.
Iran dan Oman juga sepakat untuk membatasi dampak krisis terhadap rakyat kawasan.
Baca juga: Memanas! AS Tembaki dan Sita Kapal Raksasa Iran di Teluk Oman, Teheran Ancam Balas Dendam
Sultan Oman menegaskan pentingnya mengedepankan bahasa dialog dan diplomasi dalam menangani isu-isu, sehingga berkontribusi dalam memperkuat pondasi perdamaian.
Di pihak Iran juga menyatakan apresiasi negaranya terhadap sikap Sultan Oman di bawah kepemimpinannya dalam mendukung upaya dialog dan memperkuat langkah-langkah keamanan dan stabilitas di kawasan, terutama di tengah tantangan regional yang sedang dihadapi saat ini.
Diketahui sebelumnya dua warga negara asing di Oman tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah drone Iran menyerang provinsi Sohar di Oman utara.
Kedua korban tewas tersebut diduga adalah warga negara India, menurut laporan media India.
Serangan pesawat tak berawak yang menargetkan pelabuhan Sohar bukanlah serangan Iran pertama terhadap target Oman sejak perang dimulai pada akhir Februari.
Pekan lalu, serangan pesawat tak berawak Iran lainnya menghantam tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah.
Serangan tersebut sebagai strategi Iran menekan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang negara mereka terlebih dahulu pada 28 Februari.
Sebab bisnis AS dan pangkalan militer AS tersebar di negara-negara Arab seperti Oman.