TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Insiden penjaga sumbangan masjid yang tertabrak mobil di Jalan Trans AKD, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian.
Insiden kecelakaan yang menyebabkan satu korban harus dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pobundayan disebabkan oleh sumbangan pembangunan masjid.
Kasat Lantas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak kepada Tribun Manado mengaku bahwa kegiatan amal seperti sumbangan masjid di pinggir jalan ini tidak memiliki izin.
"Untuk kegiatan seperti ini tidak ada izinnya, untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk sadar diri saat melakukan aktivitas seperti ini," ucapnya.
Dirinya menghimbau masyarakat yang melakukan kegiatan amal seperti ini agar sebaiknya lebih berhati-hati, apalagi di jalan trans seperti yang baru saja terjadi.
"Saya himbau masyarakat sebaiknya tidak meminta sumbangan seperti ini, apalagi sampai berdiri di tengah jalan tentu kegiatan seperti ini sangat rawan kecelakaan," jelasnya.
Luster meminta masyarakat untuk belajar dari kejadian ini agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
"Saya harap masyarakat yang melakukan sumbangan seperti ini belajar serta beraktivitas lebih aman agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi," tambahnya.
Luster mengatakan bahwa kegiatan ini memang kegiatan amal tapi kita juga harus mawas diri karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja.
Sebelumnya insiden sebuah mobil menabrak seorang penjaga sumbangan di Kelurahan Mongkonai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Akibat mengantuk pengemudi kehilangan kendali dan menabrak penjaga sumbangan yang sedang beraktivitas.
Akibatnya satu korban harus di larikan ke RSUD Pobundayan karena mengalami luka berat di bagian kepala.
Hingga kini kasus tabrakan kepada penjaga sumbangan ini masih dalam penyidikan pihak polisi.
Barang bukti berupa satu unit mobil pikap dan pengendara juga diamankan di kantor Satlantas Polres Kotamobagu.
(TribunManado.co.id/Pin)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK