TRIBUN-MEDAN.com - Sempat viral, Rudy Mas'ud coret nama adik dari pemerintahan.
Selain itu Rudy memutuskan menanggung biaya kursi pijat yang sempat jadi sorotan.
Gubernur Kalimantan Timur sebelumnya menunjuk adiknya, Hijrah Masud sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Baca juga: Kemeriahan HUT ke - 155 Kota Siantar , Banjir Penonton Sejak Fun Run, Karnaval Hingga Konser
Hal ini memunculkan dugaan nepotisme yang dilakukan Rudy dalam pemerintahan.
Dalam pernyataannya, Rudi menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pemerintahan berjalan secara profesional.
"Mulai esok, kami meniadakan keterlibatan keluarga dalam posisi strategis yang berkaitan dengan pemerintah provinsi," ujarnya melalui akun Instagram h.rudymasud, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Lirik Lagu Karo Bunga Rimna Dipopulerkan oleh Pasogit HS
Ia secara khusus menyinggung posisi wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan (TAGUPP) yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
"Termasuk (posisi) wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan," kata dia.
Menurut Rudi, langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik kepentingan sekaligus memperkuat prinsip meritokrasi dalam pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan ke depan akan diarahkan pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
"Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama," ujarnya.
Rudi juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya sebelumnya yang sempat membawa-bawa pimpinan di tingkat nasional.
Pernyataan tersebut sempat memicu beragam penafsiran di masyarakat dan menjadi sorotan di ruang publik. Rudi menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada maksud membandingkan pihak mana pun.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Pangen Sisada Dipopulerkan oleh Anta Prima Ginting
"Tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa dan membandingkan pihak manapun dalam konteks yang tidak semestinya. ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru," kata dia.
Terkait perencanaan renovasi rumah dinas Rp25 miliar, Rudy mengatakan perencanaan tersebut sudah ada sebelum dia menjabat.
Rudy mengatakan kan menanggung sendiri biaya yang tidak berhubungan dengan fungsi kedinasan yakni kursi pijat dan akuarium laut.
"Saya akan menanggung secara pribadi item biaya renovasi rumah dinas di luar fungsi kedinasan termasuk kursi pijat dan akuarium air laut, seluruh item dalam renovasi akan kami evaluasi dan audit secara ulang secara terbuka agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasi," kata dia.
(*/ Tribun-medan.com)