TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto melantik Penasehat Khusus Presiden bidang Pertahanan Dudung Abdurrahman Hanif menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Senin (27/4/2026).
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang disampaikan pada 20 Januari 2025, Dudung memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 13.327.295.131 atau tepatnya Rp 13,3 miliar.
Aset terbesar yang dimiliki Dudung berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp 8.800.000.000 atau Rp 8,8 miliar.
Baca juga: 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih Dilantik Presiden Prabowo, Abdul Kadir Karding Comeback
Mantan kepala staf TNI Angkatan Darat itu tercatat memiliki enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Magelang, Bandung, dan Subang.
Selain itu, Dudung juga memiliki alat dan transportasi dengan nilai keseluruhan Rp 1.100.000.000.
Dia tercatat memiliki tiga unit mobil dengan merek Toyota Veloz, Toyota Fortuner, dan Toyota Corolla Cross, serta satu unit motor merek Honda PCX.
Tak hanya itu, Dudung tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 1,5 miliar, kas dan setara kas senilai Rp 1,8 miliar.
Namun, dia tidak memiliki surat berharga, harta lainnya, dan utang. Dengan demikian, total harta kekayaan Dudung Abdurrahman senilai Rp 13.327.295.131.
Baca juga: PRESIDEN Prabowo Resmi Lantik 6 Pejabat Baru, Dudung KSP, Jumhar Menteri LH
Selain Dudung, Prabowo juga melantik Hanif Faisol sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, M Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, dan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Profil Dudung Abdurachman
Dudung Abdurachman memiliki nama dan gelar lengkap: Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Purnawirawan) Profesor Doktor Haji atau Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965 ini, kini menduduki posisi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan;
Ia dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Sebelum menjabat di Pemerintahan, Dudung adalah seorang pensiunan perwira tinggi (Pati) di dalam TNI Angkatan Darat (AD).
Baca juga: Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Bernazar Konvoy Motor Rayakan May Day
Jabatan terakhir Jenderal Dudung Abdurachman di TNI AD, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Dudung tercatat menduduki kursi jabatan KSAD sejak tahun 2021 hingga 2023.
Semasa berkarier di kemiliteran, Dudung telah menduduki sejumlah jabatan strategis.
Jenderal bintang 4 ini, tercatat pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Selain itu, Dudung pernah menjadi Gubernur Akademi Militer (Akmil).
Sebelumnya, Dudung mengawali kariernya sebagai anggota TNI AD dengan menjabat sebagai Danton III Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti pada tahun 1988.
Kemudian, ia pernah menjadi Danton II Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1992–1993), Danton I Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1993–1994), Kasi 2 Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1994–1995), Dankipan A Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1995), dan Dan Kelas Satdik Sarcab PK Pusdikif Pussenif (1995–1998).
Selain itu, Dudung sempat menduduki posisi sebagai Wadanyonif 410/Alugoro (1998–1999), Wadanyonif 401/Banteng Raider (1999–2000), dan Kasdim 0733/BS Semarang (2000–2002).
Ia juga pernah menjabat Pabandyaops Kodam II/Sriwijaya (2002), Danyonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002–2004), Dandim 0406/Musi Rawas (2004–2006), dan Dandim 0418/Palembang (2006–2008).
Pada tahun 2008–2009, Dudung menjabat Dudung mengemban jabatan sebagai Pabandya 2/Lurjahril Mabesad.
Tak berhenti di situ, Dudung pernah menjadi Pabandya 3/Diaga Mabesad (2009–2010), Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010–2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011–2012), Paban I/Ren Spersad (2012–2013), Paban I/Ren Spers TNI (2013–2014), Pamen Denma Mabes TNI (2014–2015), dan Dandenma Mabes TNI (2015).
Riwayat Pendidikan
Mengenai pendidikannya, Dudung Abdurachman merupakan lulusan Akmil tahun 1988 B.
Dudung satu angkatan dengan eks Stafsus Kasad Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho.
Selain itu, Dudung pernah menempuh pendidikan kemiliteran di sejumlah tempat, di antaranya AKABRI (1988-B), Sesarcabif (1988), Diklapa-I, Dik PARA, Diklapa-II, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI, dan Lemhannas PPRA 52 (2014).
Sementara itu, pendidikan umumnya ditempuh di SDN Patrakomala Kota Bandung (1972–1979), SMP Kartika XIX-1 Kota Bandung (1979–1982), dan SMA Negeri 9 Bandung (1982–1985).
Lulus SMA, Dudung menempuh pendidikan tinggi S-1 Fakultas Ekonomi di UnKris Jakarta (2010), S-2 Fakultas Ekonomi STIE Makasar (2013), S-3 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (2022), dan Guru Besar Manajemen Strategis Sekolah Tinggi Hukum Militer AHM-PTHM (2023).
(tribun-medan.com)