SURYAMALANG.COM, GIANYAR - Dukungan Aremania saat memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ketika Arema FC menghadapi Persib Bandung mendapatkan sanjungan dari gelandang Arema FC, Gustavo Franca.
Franca merasa takjub dengan dukungan Aremania yang rela datang jauh-jauh dari Malang untuk mendukung Arema FC berlaga.
Apalagi lawan yang dihadapi adalah Persib Bandung, tim yang juga dikenal memiliki suporter yang cukup fanatik.
Namun dukungan Aremania itu tak bisa ia rasakan lagi di dalam stadion saat menghadapi Persebaya Surabaya di lanjutan kompetisi Super League 2025-2026, Selasa (28/4/2026).
Laga sarat gengsi bertajuk Derby Jatim itu bakal digelar tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri bagi Arema FC yang selama ini dikenal memiliki dukungan fanatik dari Aremania.
Baca juga: Skenario Arema FC Redam Agresivitas Persebaya, Aura Positif Marcos Santos Seusai Imbangi Persib
Absennya suporter di tribun tentu mengurangi daya dorong moral yang biasanya menjadi kekuatan tambahan bagi tim Singo Edan saat menjalani laga besar.
Franca mengakui, bahwa kehadiran suporter memiliki pengaruh signifikan terhadap performa tim di lapangan.
Adanya suporter dapat memberikan energi ekstra bagi para pemain di atas lapangan.
"Tentu saja kami menginginkan dukungan dari para penggemar kami (Aremania) seperti saat melawan Persib, yang sangat membantu kami."
"Kehadiran mereka akan sangat penting," katanya Senin (27/4/2026).
Meski tanpa kehadiran penonton, Franca menegaskan bahwa Arema FC tetap profesional dalam menyikapi situasi ini.
Ia memastikan bahwa absennya suporter tidak akan mengendurkan semangat juang tim dalam memburu kemenangan.
"Kami memahami dan menghormati keputusan itu."
"Dan bahkan jika Aremania tidak ada di sana, kami akan berlari, berjuang, dan mengupayakan tiga poin untuk mereka dan untuk Arema," tegasnya.
Secara klasemen, duel ini juga menjadi sangat krusial bagi kedua tim.
Arema FC masih berupaya merangkak naik dan memperbaiki posisi mereka di papan tengah klasemen sementara.
Sementara Persebaya Surabaya berada di peringkat enam besar dengan kondisi yang relatif lebih stabil.
Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut mampu menjaga performa mereka menjelang akhir musim ini.
Situasi ini membuat Arema FC harus bekerja ekstra keras untuk meredam kekuatan rival abadinya tersebut.
Franca pun menyadari betul bahwa Derbi Jatim bukan sekadar pertandingan biasa.
Rivalitas panjang, tekanan tinggi, hingga sejarah pertemuan kedua tim menjadikan laga ini sarat emosi dan penuh determinasi.
"Kami sudah siap, kami tahu pentingnya derbi ini, segala sesuatu yang menyertainya, dan apa yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir."
"Jadi kami sangat siap untuk pertandingan ini," tandasnya.
Baca juga: Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Pasukan Singo Edan Dibayangi Memori Pahit saat Bertemu Bajul Ijo