TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada Senin (27/4/2026).
Perombakan ini menambah daftar perubahan jajaran kabinet di era pemerintahan Prabowo, menjadi kali kelima Kepala Negara melakukan perubahan posisi di jajaran kabinet sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Salah satu yang terkena reshuffle pada 2026 ini adalah Kepala Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari.
Muhammad Qodari dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Sementara itu jabatan Kepala Staf Kepresidenan yang ditinggalkan Qodari diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Sebelumnya, Qodari tampak datang ke Istana, namun tidak mengkonfirmasi apapun terkait kedatangannya itu.
Dia hanya mengatakan bahwa soal reshuffle ini merupakan hak prerogatif presiden.
"Itu semua prerogatif Presiden," ungkapnya kepada wartawan, Senin.
Lantas, seperti apa profil Qodari?
Baca juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih, 6 Tokoh dan Pejabat sudah Hadir di Istana Siang Ini
Baca juga: Daftar Nama Pejabat yang Bakal Masuk Kabinet Prabowo Hari Ini, Apa Kata Bahlil?
Profil Muhammad Qodari
Qodari merupakan pengamat dan peneliti di Indonesia yang lahir pada 15 Oktober 2973.
Dia menyelesaikan sarjananya (S1) di Universitas Indonesia, dengan jurusan Psikologi Sosial.
Qodari kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2), di University of Essex, Inggris, dengan mendalami bidang political behavior.
Kemudian, dia mendapatkan gelar Doktor Ilmu Politik tahun 2016 di Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat yang sangat memuaskan.
Ia mengangkat "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya Pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014" di dalam disertasinya.
Perjalanan Karier
Pada November 2006 lalu, Qodari mendirikan lembaga survei dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indo Barometer (IB).
IB adalah salah satu lembaga riset independen, yang memotret perilaku sosial-politik masyarakat Indonesia secara berkala.
Sebelum itu, Qodari juga sempat menjadi Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Juli 2005 hingga Oktober 2006.
Dia juga tercatat pernah menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), dari Juli 2003 hingga Juni 2005.
Pada Agustus 2003 hingga Juni 2004, Qodari juga pernah menjadi Chief Editor, Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine.
Selain itu, pernah menjadi peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dari November 2002 hingga Juli 2003, kolumnis dan pengamat politik sejak 1999 hingga sekarang, serta Peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI), pada Mei 1999 hingga September 2001.
Ia juga pernah aktif sebagai pembawa acara “Negeri Setengah Demokrasi” dan “Suara Rakyat” di salah satu televisi swasta nasional.
Untuk diketahui, Qodari adalah penggagas Jokowi-Prabowo 2024 (Jok Pro 2024) yang sempat membuat publik dibuat heboh.
Salah satunya saat ia menghadiri talkshow di Mata Najwa, di mana ia secara menggebu-gebu berbicara tentang dukungannya terkait Jok Pro 2024 dan sambil menggunakan kaos bergambar Jokowi-Prabowo.