TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo memastikan program Jaga Kaliku terus berjalan dalam bentuk penebaran benih ikan ke perairan umum.
Program ini bertujuan menjaga ekosistem perairan umum di Kulon Progo.
Kepala DKP Kulon Progo, Drajat Purbadi menjelaskan bahwa benih ikan yang ditebarkan merupakan hasil produksi di Balai Benih Ikan (BBI) di Kapanewon Kalibawang.
"Per bulan mampu memproduksi hingga 10 ribuan benih ikan," kata Drajat di Embung Kedung Ingas, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Senin (27/04/2026).
Benih ikan yang dikembangkan adalah jenis yang sesuai dengan ekosistem perairan umum di Kulon Progo. Seperti Ikan Nilem, Ikan Tawes, hingga Ikan Wader Terbang.
Menurut Drajat, berbagai jenis ikan itu merupakan ikan lokal asal Kulon Progo. BBI Kalibawang pun tengah berfokus pada pengembangan sejumlah ikan lokal tersebut.
"Biasanya nanti untuk program restocking dengan menebar benih ikan di perairan umum seperti sungai, waduk, hingga embung," ujarnya.
Salah satu ikan lokal yang sedang dikembangkan adalah Ikan Wader Terbang. Drajat mengatakan pihaknya mengusulkan ikan tersebut untuk menjadi ikan khas Kulon Progo.
DKP Kulon Progo turut bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo untuk program Jaga Kaliku. Salah satunya lewat Jaga Kaliku Sipatin (Jaga Komitmen Warga Kulon Progo untuk Kelestarian Alam Ikan dengan Sedekah Ikan Pasangan Pengantin).
Seperti yang dilakukan pada Senin pagi ini di Embung Kedung Ingas. Sebanyak 13 pasangan calon nikah dan 2 pasangan nikah dilibatkan untuk penebaran sekitar 2.500 benih ikan di embung tersebut.
"Tujuannya untuk membantu melestarikan sumber daya ikan, khususnya ikan lokal di sini," jelas Drajat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo, Wahib Jamil menjelaskan kegiatan menebar benih ikan itu merupakan bagian dari Program Jaga Kaliku Sipatin.
Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo.
Ia mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari program Ekoteologi yang diusung oleh Kemenag. Programnya mendorong masyarakat untuk ikut menjaga bumi dan kelestarian alam.
Menurut Wahib, Jaga Kaliku Sipatin juga menjadi bentuk kontribusi Kankemenag Kulon Progo pada ekosistem perairan umum di Bumi Binangun. Sebab ia menilai perairan umum di Kulon Progo perlu mendapatkan perhatian.
"Lewat program ini juga kami mewujudkan komitmen untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan perairan di Kulon Progo," katanya.