TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Semangat juang ditunjukkan seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) asal Temanggung yang menjalani tes di Untidar.
Meski harus menggunakan kursi roda akibat kecelakaan, ia tetap mengikuti ujian demi meraih cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Adalah Muhammad Adkharisqurba, peserta UTBK asal Dusun Kauman RT 03 RW 01, Desa Mandisari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung inj terpaksa harus mengikuti UTBK dengan kursi setelah kecelakaan yang dialaminya sekitar satu bulan yang lalu mengakibatkan patah di bagian kaki dan tangannya.
"Kecelakaan tersebut terjadi sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan UTBK. Itu kecelakaan tunggal yang saya alami setelah menjalani micro sleep saat melintasi jalan Magelang - Temanggung tepatnya di Pare," Jelas Kharis saat dijumpai pada Senin (27/04/2025).
Setelah itu lah, lanjut Kharis, ia tidak bisa beraktivitas dan hanya terbaring di rumahnya sehingga ia mengisi kesehariannya untuk belajar mempersiapkan UTBK ini sambil menunggu masa pemulihannya
"Ini saya didorong oleh orang tua, supaya saya harus tetap melanjutkan sekolah sehingga mendapat dukungan dan motivasi dari Bapak dan Ibu saya," imbuhnya.
Ia mengaku punya pilihan kampus yang dituju adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) serta Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Seni Murni.
“Untuk portofolio kemarin tidak ada kendala, hanya soal ujiannya memang cukup menantang. Tapi saya tetap berusaha mengerjakan semuanya,” katanya.
Ia mengaku memiliki ketertarikan besar di bidang seni dan berharap dapat menjadi pelaku seni di masa depan. Melalui pendidikan tinggi, ia ingin memperdalam ilmu sekaligus membuka jalan kariernya ke depan.
Sementara itu, Penanggung Jawab Lokasi (PJL) Kampus Tuguran, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, menjelaskan Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar pada Sabtu, 25 April 2026, berlangsung tertib dan lancar.
Pada sesi 9 lokasi di Gedung Fakultas Teknik 3 lantai 4, panitia memberikan pendampingan kepada salah satu peserta yang harus mengikuti ujian menggunakan kursi roda akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa hari sebelum jadwal UTBK.
“Pada sesi ini ada peserta yang tidak bisa mengikuti ujian secara normal karena kecelakaan. Kami memfasilitasi peserta tersebut untuk tetap mengikuti UTBK menggunakan kursi roda, termasuk menyediakan komputer khusus agar tetap nyaman selama ujian,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapan panitia dalam menghadirkan layanan yang ramah untuk peserta yang harus menggunakan kursi roda telah dipersiapkan sejak sebelum pelaksanaan ujian.
Informasi terkait kebutuhan peserta telah dikoordinasikan kepada seluruh pihak, mulai dari penanggung jawab lokasi hingga pengawas ruang.
“Panitia sudah siap sejak awal. Kami sudah mengantisipasi kebutuhan peserta, termasuk yang dalam kondisi khusus. Ruangan dan akses telah disiapkan agar mereka tetap dapat mengikuti ujian dengan lancar,” tambahnya.
Karena lokasi ujian berada di lantai 4, panitia memberikan pendampingan kepada peserta tersebut. Peserta dipandu sejak dari titik kedatangan, diarahkan menggunakan lift, hingga dibantu masuk ke dalam ruang ujian.
“Peserta kami dampingi dari bawah menggunakan lift hingga ke lantai 4. Bahkan panitia membantu mendorong kursi roda sampai ke tempat ujian, sehingga peserta bisa fokus mengerjakan UTBK,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, Prof. Sutrisno menilai penyelenggaraan UTBK di Untidar sudah cukup memadai. Selain ruangan yang nyaman, ketersediaan perangkat komputer juga lebih dari cukup sebagai langkah antisipasi kendala teknis.
“Setiap ruangan memiliki cadangan komputer. Jadi jika ada kendala pada perangkat, peserta bisa langsung dialihkan tanpa mengganggu jalannya ujian,” ungkapnya.