Bangka Selatan Dapat 4 Jenis Pupuk Subsidi, Distribusi Disesuaikan Kebutuhan Wilayah Pertanian
Ajie Gusti Prabowo April 27, 2026 05:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan ketersediaan kuota pupuk subsidi tahun ini untuk memenuhi kebutuhan petani di berbagai kecamatan. Empat jenis pupuk disiapkan guna mendukung produksi komoditas strategis yang menjadi fokus nasional. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, total alokasi pupuk subsidi terdiri dari urea sebesar 1.685.198 kilogram atau sekitar 1.685,2 ton dan NPK sebanyak 3.874.690 kilogram atau 3.874,7 ton. Selain itu, tersedia juga NPK formula khusus sebanyak 5.053 kilogram atau 5,05 ton dan pupuk organik sebesar 1.378.795 kilogram atau 1.378,8 ton. 

Seluruh kuota tersebut telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani yang terdaftar dalam sistem. "Untuk tahun ini secara kuota Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan empat jenis untuk pupuk subsidi, yakni urea, NPK, NPK formula khusus dan pupuk organik," kata Risvandika, Senin (27/4).

Menurutnya, pendistribusian pupuk subsidi ini menyesuaikan berdasarkan luas lahan dan aktivitas pertanian. "Pembagian ini sudah mempertimbangkan luas lahan dan jenis komoditas yang dikembangkan petani," ujar Risvandika.

Adapun lanjut dia, penyediaan kuota pupuk subsidi merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Fokus utama diberikan pada sembilan komoditas strategis yang terbagi dalam tiga subsektor, yakni tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Komoditas tersebut meliputi padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, dan tebu. Dengan pupuk utama yang disubsidi adalah urea dan NPK untuk mendukung komoditas strategis tersebut.

Pemerintah juga terus menyederhanakan mekanisme penyaluran pupuk subsidi di lapangan. Petani kini cukup membawa KTP dan memastikan namanya telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Sistem ini diharapkan mampu memastikan distribusi tepat sasaran serta meminimalkan kendala. "Kemudahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada petani," sebutnya.

Dengan tersedianya kuota pupuk subsidi dan distribusi yang terarah kata Risvandika, petani di Bangka Selatan diharapkan dapat mengoptimalkan musim tanam. Ketersediaan pupuk menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Kondisi ini sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah.

"Kami optimistis sektor pertanian akan terus berkembang dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah," pungkas Risvandika. (u1)

Serapan Baru 24 Persen
HINGGA triwulan pertama realisasi penebusan pupuk subsidi di Kabupaten Bangka Selatan, masih tergolong rendah. Dari total alokasi mencapai 6.943.736 kilogram atau 6.943,7 ton, baru terealisasi 1.684.350 kilogram alias 1.684,3 ton atau sekitar 24,26 persen. Kondisi ini menunjukkan sebagian besar pupuk subsidi masih belum dimanfaatkan oleh petani. Sementara itu, sisa alokasi yang belum terserap masih mencapai jutaan kilogram.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, hingga 31 Maret 2026 realisasi pupuk urea baru mencapai 402.350 kilogram dari total alokasi 1.685.198 kilogram. Untuk pupuk NPK atau phonska, realisasi sebesar 1.051.300 kilogram dari alokasi 3.874.690 kilogram. Adapun pupuk organik baru terserap 228.400 kilogram dari total 1.378.795 kilogram. Sedangkan pupuk NPK formula khusus menunjukkan serapan tinggi yakni 4.300 kilogram atau 4,3 ton dari total 5,05 ton.

"Jika dipersentasekan, realisasi pupuk urea 23,88 persen, phonska 27,13 persen, NPK formula khusus 85,10 persen dan pupuk organik 16,42 persen," kata Risvandika, Senin (27/4).

Diakuinya, sejauh ini serapan pupuk subsidi masih terus berjalan di beberapa kecamatan yang ada. "Total ada 16 penyalur pupuk subsidi yang ada di Kabupaten Bangka Selatan," ucapnya.

Pemerintah daerah terus mendorong petani untuk memanfaatkan pupuk subsidi sesuai kebutuhan musim tanam. Mekanisme penebusan juga dipermudah melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dengan hanya menggunakan KTP. Dengan ketersediaan pupuk yang masih cukup, peluang peningkatan produksi pertanian dinilai masih terbuka.

"Kami optimistis serapan pupuk akan meningkat seiring masuknya musim tanam berikutnya," pungkas Risvandika. (u1)

SEBARAN PUPUK SUBSIDI 
1. Kecamatan Toboali: 3.097.700 kilogram atau sekitar 3.097,7 ton
- Terdiri dari urea 931.900 kilogram dan NPK 2.165.800 kilogram tanpa alokasi NPK formula khusus dan organik. 
2. Kecamatan Pulau Besar: 2.172.700 kilogram atau 2.172,7 ton
- Terdiri dari urea 433.300 kilogram, NPK 934.000 kilogram, dan pupuk organik 805.400 kilogram. 
3. Kecamatan Airgegas: 724.503 kilogram atau 724,5 ton 
- Terdiri dari urea 177.550 kilogram, NPK 408.000 kilogram, NPK formula khusus 5.053 kilogram, dan organik 133.900 kilogram.
4. Kecamatan Lepar: 708.200 kilogram atau 708,2 ton
- Terdiri dari urea 110.000 kilogram, NPK 262.400 kilogram, dan pupuk organik 335.800 kilogram tanpa NPK formula khusus. 
5. Kecamatan Tukak Sadai: 90.500 kilogram atau 90,5 ton 
- Meliputi urea 15.900 kilogram, NPK 36.400 kilogram, dan organik 38.200 kilogram. 
6. Kecamatan Simpang Rimba: 85.600 kilogram atau 85,6 ton
- Dengan rincian urea 13.700 kilogram, NPK 31.300 kilogram, dan organik 40.600 kilogram.
7. Kecamatan Payung: 46.600 kilogram atau 46,6 ton 
- Terdiri dari NPK 30.300 kilogram dan organik 16.300 kilogram tanpa alokasi urea maupun NPK formula khusus. 
8. Kecamatan Kepulauan Pongok: 17.933 kilogram atau 17,9 ton
- Terdiri dari urea 2.848 kilogram, NPK 6.490 kilogram, dan organik 8.595 kilogram. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.