TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada musim kemarau tahun ini.
Ancaman kekeringan, kebakaran, hingga polusi udara menjadi fokus utama ppenanganan
Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengungkapkan bahwa El Nino berpotensi membawa tiga dampak serius bagi ibu kota.
“Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” ucapnya dalam keterangan resminya, dikutip Senin (27/4/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta pemerintah pusat, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan 2023 lalu.
Untuk mengantisipasi kekeringan, BPBD DKI Jakarta tengah menyusun rencana modifikasi cuaca bersama BMKG.
Teknologi yang digunakan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi musim kemarau dan difokuskan untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus.
“Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisasi,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga akan mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Koordinasi dilakukan bersama PAM Jaya untuk distribusi air bersih, termasuk menyiapkan mobil tangki yang siap dikerahkan sewaktu-waktu ke wilayah terdampak.
Menghadapi potensi lonjakan polusi udara, BPBD DKI akan mengaktifkan perangkat water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Peralatan serupa di berbagai gedung juga akan dioptimalkan guna membantu memperbaiki kualitas udara di Jakarta.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya menekan risiko kebakaran yang meningkat saat musim kemarau.
Seluruh langkah mitigasi tersebut akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi perangkat daerah dalam menghadapi dampak El Nino.
“Nantinya dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering,” katanya.
BPBD DKI menegaskan kesiapsiagaan akan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor agar dampak El Nino dapat ditekan semaksimal mungkin.