Sosok Dudung Abdurachman yang Dilantik Jadi Kepala KSP, Pernah Jual Kerupuk hingga Tumpas Baliho HRS
Feryanto Hadi April 27, 2026 06:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Purn. Dudung Abdurachman dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan M. Qodari.

Acara pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).

Ia bersama lima pejabat yang dilantik mengucap sumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta menjalankan peraturan perundang-undangan demi darma bakti untuk Indonesia.

Sebelum dilantik menjadi Kepala KSP, Dudung menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan sejak Oktober 2024.

Profil Dudung

Dudung Abdurachman adalah pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 16 November 1965.

Dudung Abdurachman lulus dari Akademi Militer pada 1988 dari kecabangan infanteri.

Ia kemudian menjabat sebagai Wagub Akademi Militer pada tahun 2015 hingga 2016.

Keluar dari lingkup Akademi Militer, Dudung Abdurachman juga pernah menjabat sebagai staf khusus KSAD dan Waaster KASAD.

Hingga pada 2018, ia kembali ke lingkup akademi militer dan menjabat sebagai Gubernur Akmil hingga 2020.

Setelahnya ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020.

Baru 10 bulan menjabat Pangdam Jaya, Dudung langsung diangkat menjadi Pangkostrad, salah satu jabatan strategis di TNI AD.

Dia kemudian diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 pada periode 2021–2023 sebelum memasuki masa pensiun pada November 2023

Perintah pencopotan baliho

Saat menjadi Pangdam Jaya, ia pernah menjadi sorotan kala bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.

Aksi ini menjadi fenomena nasional karena melibatkan personel militer dalam penertiban atribut publik yang biasanya merupakan tugas Satpol PP.

Berdasarkan berbagai pernyataan resmi, Dudung memerintahkan penurunan baliho tersebut karena beberapa alasan utama:

  • Melanggar Aturan: Baliho-baliho tersebut dipasang tanpa izin resmi di ruang publik dan tidak mengikuti aturan tata kota.
  • Konten Provokatif: Dudung menilai isi pesan dalam baliho tersebut, seperti ajakan "revolusi", dapat memecah belah persatuan dan mengandung ujaran kebencian terhadap pimpinan negara.
  • Dukungan untuk Satpol PP: Sebelumnya, petugas Satpol PP sempat dihalangi bahkan dipaksa memasang kembali baliho yang sudah dicopot oleh massa pendukung FPI. Dudung menegaskan bahwa negara harus hadir jika hukum tidak dipatuhi

Beberapa kelompok, termasuk partai politik seperti PKS, mengkritik langkah tersebut karena dianggap melampaui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) TNI serta masuk ke ranah sipil.

Loper Koran hingga jual kerupuk

Dikutip dari YouTube KompasTV yang tayang 27 Juni 2020, ia mengisahkan soal perjuangan orang tuanya yang membesarkan kedelapan saudara-saudaranya, termasuk dirinya.

Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi meninggal dunia saat Dudung Abdurachman duduk di bangku SMP.

"Setelah bapak nggak ada ya ibu berjualan kue, kerupuk, terasi," katanya.

Ia pun juga berkewajiban untuk membantu sang ibu, hingga mencari kebutuhan yang dibutuhkan rumah.

"Saya harus cari kayu bakar dekat rumah dan keliling di asrama jualan," tuturnya.

Tanpa rasa malu, pihaknya juga menceritakan pernah menjadi loper koran saat duduk di bangku SMA.

"Jadi pagi saya ambil koran, saya baca-baca dulu koran itu terutama Kompas, saya paling seneng tajuk rencana Kompas," katanya.

Setelah rutinitasnya mengantar koran selesai, Dudung Abdurachman mengedarkan berbagai dagangan buatan ibundanya.

Lantas, kejadian unik pun terjadi di mana dagangan ibunya yang dijajakan pernah ditendang oleh seorang anggota TNI.

Hingga akhirnya oknum Tamtama itu mendapat teguran karena telah berlaku buruk terhadap dirinya.

Namun kejadian tersebut justru menjadi motivasi serta semangat bagi Dudung Abdurachman hingga mengaku mulai bangkit dan semangat.

"Awas nanti saya bilang, saya jadi perwira nanti saya," ujar Dudung.

Rupanya motivasi tersebut terealisasi bahkan hingga saat ini ia suskes menjadi seorang Perwira TNI AD.

Riwayat Jabatan

- Dandim 0406/Musi Rawas

- Dandim 0418/Palembang

- Aspers Kasdam VII/Wirabuana, dari tahun 2010 hingga 2011

- Danrindam II/Sriwijaya pada tahun 2011

- Dandenma Mabes TNI

- Wagub Akmil pada tahun 2015 hingga tahun 2016

- Staf Khusus Kasad pada tahun 2016 hingga tahun 2017

- Waaster Kasad pada tahun 2017 hingga 2018

- Gubernur Akmil pada tahun 2018 hingga 2020

- Pangdam Jaya, dilantik pada tahun 2020

- Pangkostrad TNI AD

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.