TRIBUNTRENDS.COM - Polisi mengungkap perkembangan baru dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Aparat menyebut motif ekonomi diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya tindakan tersebut oleh para pengasuh hingga jajaran pengelola.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini sudah ditetapkan 13 orang sebagai tersangka.
Para tersangka terdiri dari pengurus yayasan, kepala sekolah, hingga para pengasuh di daycare tersebut.
Ketua yayasan berinisial DK dan kepala sekolah AP termasuk dalam daftar tersangka yang telah ditetapkan.
Selain itu, 11 orang lainnya yang berperan sebagai pengasuh juga turut dijerat dalam kasus ini.
Polisi masih membuka kemungkinan adanya tersangka baru seiring berjalannya proses penyidikan.
Salah satu temuan sementara menunjukkan adanya dugaan motif ekonomi di balik praktik pengasuhan tersebut.
Pihak kepolisian menyebut semakin banyak anak yang ditampung, semakin besar pula potensi pemasukan yang diterima.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menambahkan bahwa beban kerja pengasuh juga sangat tinggi, dengan satu orang menangani hingga sekitar 10 bayi sekaligus.
Baca juga: Awal Mula Daycare Little Aresha Terbongkar, Eks Karyawan Tak Tega & Lapor Polisi, 30 Orang Diperiksa
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian menambahkan bahwa satu pengasuh di Little Aresha mengasuh setidaknya sebanyak 10 bayi.
“Mereka kesulitan untuk melakukan pekerjaan mulai dari mandi, lalu menggunakan baju, sehingga diperintahkan untuk melakukan perbuatan yang tidak manusiawi," katanya.
Salah satunya yakni dengan mengikat bayi atau anak yang dititipkan di daycare tersebut.
Adrian menyampaikan, dalam satu bulan, Little Aresha mematok harga mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,8 juta tergantung paket yang diambil oleh orangtua.
“Kalau gaji pengasuh itu mulai Rp 1,8 juta sampai Rp 2,4 juta,” bebernya.
Baca juga: Nama Sama dengan Admin Daycare Little Aresha Yogyakarta, Wanita Ini Diteror, Tegas Bantah Tuduhan
Sebelumnya, warga Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta ungkap kondisi sehari-hari Little Aresha yang digerebek polisi terkait kasus kekerasan, dan penelantaran anak tersebut.
Salah satu warga, Lia mengatakan bahwa daycare Little Aresha telah berjalan kurang lebih satu tahun.
Sebelumnya Little Aresha beroperasi di RT lainnya namun masih dalam lingkungan yang sama.
Selama pindah berdekatan dengan rumahnya, para pengasuh cenderung tertutup dengan warga.
Baca juga: Trauma Psikis, Kondisi Anak yang Pernah Dibekap di Daycare Little Aresha, Pendiam Tak Berani Cerita
"Kan kalau sama tetangga harusnya 'silakan bu' (menyapa) ini nggak. Istilahnya pasif,” kata Lia, Minggu (26/4/2026).
Selama ini lanjut dia, para pengasuh hingga pemilik yayasan tidak berbaur dengan masyarakat sekitar.
“Srawung-nya (berbaurnya) kurang. Apalagi (pemilik) yayasan nggak begitu friendly, nggak ramah," jelas dia.
(TribunTrends.com/Kompas.com)