BANGKAPOS.COM,BANGKA - Suasana duka menyelimuti rumah kontrakan di Dusun Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (27/4/2026).
Tenda berukuran 5x4 meter pun mulai didirikan di halaman depan rumah. Sementara sanak keluarga dan para tetangga berdatangan untuk menyampaikan rasa belasungkawa.
Keluarga itu berduka setelah 3 korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan maut di lampu merah Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang.
Ketiganya meninggal dunia secara tragis. Mereka mengendarai motor ditabrak oleh truk bermuatan pupuk ayam.
Diketahui, dua dari tiga korban, yakni Nur Ristia (15) dan Faiz yang masih berumur dua tahun, merupakan warga Dusun Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru.
Tampak raut wajah sedih dan mata berkaca-kaca menahan duka ditunjukkan sang ayah yang kini hanya bisa melihat anaknya terbaring diam.
Tangis histeris pun pecah saat Faiz yang biasanya menemani canda tawa keluarga, kini justru harus digotong masuk ke dalam rumah tanpa suara cerianya lagi.
Rumah kos-kosan berderet dengan ruangan berukuran 5x8 meter itu kini dipenuhi isak tangis yang tak lagi bisa dibendung.
Tetangga korban, Suryana, mengungkapkan bahwa korban Nur Ristia sehari-hari kerap mengasuh adik kandungnya tersebut.
"Mereka ini satu ibu beda bapak, jadi memang dia (Nur) yang sering mengasuh (Faiz) karena mamanya mengasuh adik Faiz yang lain. Kalau untuk korban laki-laki itu bukan keluarga, tapi teman Nur saja," ujar Suryana.
Sebelum terlibat kecelakaan lalu lintas, para korban diketahui sempat berpamitan untuk membeli makanan burung.
"Mereka katanya mau beli jangkrik atau makanan burung ke Semabung," tuturnya.
Kini kepergian para korban menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga namun juga para tetangga.
"Sehari-hari mereka baik, sering berbaur juga dengan warga," ungkapnya.
Sementara itu, rencananya kedua korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Air Itam, Kota Pangkalpinang.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).