TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Jemaah haji asal Kabupaten Semarang mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebelum melanjutkan perjalanan ke tanah suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Semarang, Rozikin, mengatakan sebanyak 181 jemaah yang tergabung dalam Kloter 21 diberangkatkan pada Senin (27/4/2026). Selanjutnya, pada hari yang sama sore hari, kloter 22 juga berangkat dengan jumlah 352 jemaah.
Selanjutnya, pemberangkatan jemaah gaji akan dilakukan pada Selasa (28/4/2026), yakni kloter 23 sebanyak 354 jemaah dan kloter 24 sebanyak dua jemaah. Terakhir, kloter 34 sebanyak tiga orang akan diberangkatkan pada Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Cerita Warga Kalialang Didatangi Gerombolan Monyet: Bedol Singkong hingga Ngopi di Pos Ronda
Baca juga: Geger! Warga Griya Permata Indah Pekalongan Temukan Tetangga Tewas di Garasi
Sebelumnya, tiga jemaah yang tergabung kloter 13 sudah berangkat pada 24 April lalu sebanyak tiga orang.
"Kita titik awal di kecamatan masing-masing. Kemudian, dari kecamatan kita pool di titik akhir nanti berangkat bareng-bareng," jelas Rozikin, usai pelepasan jemaah haji di Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (25/4/2026).
Tahun ini, jemaah termuda berasal dari Kecamatan Ungaran Barat, yakni Salahuddin Al Ayyubi Pawirodiharjo yang baru berusia 14 tahun.
Ia berangkat menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia. Sementara, jemaah tertua adalah Slamet Markaban, warga Kecamatan Tengaran, yang berusia 86 tahun.
Rozikin menegaskan, kondisi kesehatan menjadi perhatian utama menjelang keberangkatan. Sebab, Pemerintah Arab Saudi sangat ketat dalam memantau kesehatan jemaah haji.
"Pesan kami yang utama adalah menjaga kesehatan. Arab Saudi sangat mementingkan kesehatan jemaah haji.
Kami harapkan jemaah benar-benar menjaga kondisi tubuh agar saat pemeriksaan terakhir di Donohudan mereka bisa lolos dan diberangkatkan ke Tanah Suci," ujarnya.
Menurutnya, secara umum kondisi kesehatan jemaah asal Kabupaten Semarang dinyatakan aman berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan.
Meski demikian, kelelahan akibat persiapan keberangkatan membuat sebagian jemaah mengalami penurunan kondisi fisik sementara.
"Laporan dari Dinkes aman semua. Memang ada yang agak turun kondisinya karena kelelahan, tetapi ketika sampai Donohudan diharapkan tetap aman," katanya.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, setiap kecamatan mengirimkan dua tenaga kesehatan beserta ambulans.
Selain itu, terdapat tim kesehatan dari tingkat kabupaten yang turut mendampingi proses pemberangkatan.
Selain jemaah, terdapat pula petugas haji daerah (PHD) sebanyak lima orang yang dibiayai melalui APBD. Sementara petugas yang dibiayai APBN berjumlah enam orang, ditambah petugas kesehatan.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha turut melepas keberangkatan jemaah calon haji dan mendoakan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
"Hari ini pelepasan jemaah calon haji langsung dari rumah dinas menuju Donohudan.
Kita mendoakan semoga dari awal perjalanan sampai di Donohudan, kemudian terbang ke tanah suci, seluruh jemaah bisa menyelesaikan ibadah haji dengan selamat, sehat, dan menjadi haji mabrur mabrurah,” kata Ngesti.
Ia juga meminta para jemaah turut mendoakan Kabupaten Semarang agar tetap aman, tenteram, dan dijauhkan dari segala bencana.
"Kami juga minta doa agar Kabupaten Semarang tetap ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi, serta dijauhkan dari segala bencana," tuturnya. (eyf)