TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ribuan buruh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diprediksi bakal turun ke jalan pada peringatan May Day, Jumat (1/5/2026)
May Day atau hari buruh internasional, momentum tahunan buruh yang diperingati tiap 1 Mei.
Hari Buruh Internasional pada 1 Mei di Indonesia berakar dari perjuangan hak pekerja sejak era kolonial (1918).
Gerakan ini sempat dilarang pada Orde Baru atau Presiden Soeharto.
Namun, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kembali diperbolehkan dan ditetapkanlah sebagai hari libur nasional mulai 2013.
Hari ini diperingati sebagai aksi menuntut kesejahteraan buruh dan jam kerja manusiawi.
"Rencana aksi ada. Kami masih dalam konsolidasi. InsyaAllah Besok baru bisa fiks-kan berapa estimasi dari aliansi kami," kata Ketua DPRD Serikat Pekerja Nasional (SPN), Salim Samsuri kepada tribun, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Berburu di Hari Buruh
Terpisah, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengaku telah menyiapkan personel pengamanan.
Bahkan Arya, mengaku telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah dan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan.
"Hari ini saya juga baru saja menghadiri FGD atau workshop bersama-sama dengan ibu Ketua DPRD Provinsi (Andi Rachmatika Dewi)," ujar Arya saat di kantornya, Minggu (26/4/2026).
Dijelaskan Arya, komunikasi lintas sektor penting dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi agenda tahunan tersebut.
Selain menyiapkan pengamanan aksi unjuk rasa, polisi juga mengapresiasi sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan kelompok buruh menjelang May Day.
Beberapa agenda yang digelar di antaranya donor darah dan bakti sosial. Kegiatan tersebut dinilai memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
"Jadi dari para buruh, dari SPSI juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif," ujar Arya.
Arya menganggap hal itu menunjukkan bahwa peringatan Hari Buruh tidak selalu identik dengan demonstrasi.
Namun demikian, Arya tak menampik sejumlah kelompok buruh telah menyampaikan rencana turun ke jalan pada puncak peringatan 1 Mei mendatang.
"Dan untuk di tanggal 1 sendiri (May Day) mereka sudah menyatakan akan melaksanakan kegiatan unjuk rasa di jalan," ungkapnya.
Pihak kepolisian mengaku telah memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi pusat konsentrasi massa.
Namun, polisi memastikan para buruh berkomitmen menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
"Mereka sudah menyatakan akan melaksanakannya dengan tertib dan mereka menjamin tidak ada bakar ban dan tidak menutup jalan dengan penuh. Artinya memang ramai begitu, para buruh ini ramai," terang Arya.
Dalam pengamanan nanti, Polrestabes Makassar akan menerjunkan sekitar 1.200 personel gabungan.
Ribuan aparat itu akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi jalur massa aksi.
"Personil kurang lebih gabungan dengan Polda itu ada sekitar 1.200 lebih yang kami terjunkan. Nantikan kegiatan ada di beberapa titik" jelas Arya.
"Pak wali kota (Munafri Arifuddin) sendiri ada inisiatif, buruh yang ada di kota nanti mau diadakan kegiatan di karebosi, tapi ini masih dalam proses. Tapi kalau tidak, kita akan fokuskan mungkin di flyover, ini kami akan kawal semua," tuturnya.(*)