- Insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka, Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi diduga bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di Kawasan Bulak Kapal.
KRL diduga mengalami gangguan perjalanan akibat sebuah taksi yang tertabrak di perlintasan kereta api.
Akibatnya, KRL terpaksa berhenti tidak bisa melanjutkan perjalanan.
KA Argo Bromo Anggrek yang berada di belakangnya ikut terdampak hingga tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak badan belakang KRL.
Informasi terbaru menyebutkan sebanyak 7 orang meninggal dunia dan 80-an orang lainnya mengalami luka-luka.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
Sementara itu pihak PT KAI mengungkapkan bahwa terdapat tiga orang lainnya yang masih terjepit di badan kereta.
Bobby menjelaskan sebanyak 79 orang telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menyikapi kejadian ini, pihak KAI juga membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi.
Hal ini dilakukan guna membantu keluarga korban untuk mendapatkan informasi terkait penumpang.
Kini sejumlah korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat.
Di antaranya RSUD Kota Bekasi, Primaya Hospital, serta RS Mitra Keluarga.
Sementara itu penumpang KA Argo Bromo Anggrek seluruhnya dinyatakan selamat.
Total seluruh penumpang dalam kereta jarak jauh itu sebanyak 240 orang.