BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai membahas rencana pencetakan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui pembuatan terasi dalam rangkaian acara Kemilau Pesona.
Agenda yang dikolaborasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diproyeksikan menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus memperkuat ekonomi berbasis produk unggulan lokal.
Terasi dinilai sebagai komoditas khas yang memiliki nilai jual tinggi dan berpeluang menembus pasar lebih luas. Upaya ini ditargetkan mampu menarik perhatian publik dan investor terhadap kekayaan produk daerah.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Fokus ini dinilai penting karena UMKM menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan roda perekonomian. Sinergi lintas sektor terus dibangun guna memastikan program pemberdayaan berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami menyambut baik kehadiran OJK yang tidak hanya berperan dalam pengawasan sektor keuangan, tetapi juga turut mendukung pemberdayaan UMKM di daerah,” kata Wabup kepada Bangkapos.com¸ Selasa (28/4/2026).
Menurut Debby, rencana pencetakan rekor MURI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi besar mengangkat potensi lokal agar lebih dikenal secara nasional.
Terasi sebagai produk unggulan dinilai memiliki keunikan sekaligus nilai ekonomi yang dapat terus dikembangkan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap program promosi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan pencetakan rekor MURI harus diikuti dengan langkah lanjutan berupa perluasan pemasaran produk. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak berhenti pada pencapaian simbolik semata, melainkan berlanjut pada peningkatan ekonomi riil.
Perputaran ekonomi di tingkat masyarakat diharapkan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk terasi.
“Kami berharap setelah pencapaian rekor MURI, pemasaran terasi semakin luas, sehingga perputaran ekonomi masyarakat juga semakin meningkat,” papar Debby.
Dalam upaya tersebut, dukungan dari OJK menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas UMKM.
OJK disebut siap memberikan pendampingan, mulai dari pengemasan produk hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa OJK hadir untuk membantu dan memperkuat UMKM di Bangka Selatan,” sebutnya.
Kepala Kantor OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya menyampaikan komitmen pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi.
OJK memiliki mandat untuk turut mendorong pengembangan ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan. Penguatan UMKM dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari permodalan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita akan memperkuat dari sisi permodalan, sumber daya manusia, hingga pengolahan produk, agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi dan akses terhadap pembiayaan,” sebutnya.
Eko menambahkan bahwa penguatan UMKM akan memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perkembangan UMKM juga akan berdampak positif pada sektor jasa keuangan. Keterkaitan ini dinilai penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan inklusif.
“Jika UMKM tumbuh, maka industri jasa keuangan juga akan ikut berkembang, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” pungkas Eko Wijaya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)