TRIBUNKALTIM.CO - Kecelakaan kereta api kembali mengguncang publik.
KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak KRL Commuter Line TM 5568A yang sedang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena melibatkan dua layanan transportasi besar sekaligus.
Baca juga: Arti Tertemper dan Update Kecelakaan Kereta di Bekasi Terbaru 28 April 2026, Green SM Buka Suara
Penyebab utama insiden ini diduga berawal dari sebuah taksi online Green SM yang tertemper KRL di perlintasan rel kereta sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Kementerian Perhubungan menyampaikan 3 hal terkait peristiwa tersebut.
Pertama, Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).
Kedua, Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak.
Saat ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah berada di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Baca juga: Kisah Penumpang Selamat dari Tabrakan Kereta di Bekasi karena Sempat Turun
Ketiga, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan.
Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan.
Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan ini di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 08.38 WIB dengan menaiki mobil dinas kepresidenan buatan dalam negeri, Maung RI 1.
Baca juga: Fakta Terkini Tabrakan Kereta di Bekasi: Update Jumlah Korban Jiwa Hari Ini 28 April 2026, Kronologi
Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini sontak menyita perhatian warga dan keluarga korban yang berada di area rumah sakit.
Mengenakan pakaian safari khasnya berwarna cokelat muda dipadu dengan peci hitam, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Setibanya di depan Gedung C RSUD Bekasi, Presiden Prabowo langsung disambut oleh Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto, beserta jajaran pejabat Jasa Raharja, dan lainnya.
Tanpa banyak bicara, Presiden langsung bergegas masuk menuju ruang perawatan intensif.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan investigasi total terkait kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Bekasi, Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Presiden usai menjenguk para korban yang tengah menjalani perawatan di RSUD Bekasi, Kamis (28/4/2026).
"Kecelakaan yang telah terjadi saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," ujar Presiden Prabowo.
Berdasarkan tinjauan awal, Prabowo menyoroti banyaknya perlintasan kereta api di Indonesia yang masih tidak terjaga sehingga rawan memicu kecelakaan.
Menurutnya, kondisi infrastruktur peninggalan zaman kolonial tersebut harus segera dibenahi secara menyeluruh.
"Tapi secara garis besar kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga, kita segera akan atasi," tegasnya.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang belum tertangani selama puluhan tahun.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut demi keselamatan masyarakat.
"Ini saya kira dari jaman Belanda ya, sudah berapa puluh tahun, sekarang udahlah kita selesaikan semua itu saya udah perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut," kata Prabowo.
Dijelaskan Prabowo, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk perbaikan perlintasan, baik melalui pembangunan pos jaga maupun flyover, Khusus untuk wilayah Bekasi, Presiden telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden.
"Apakah dengan dilakukan pos jaga atau flyover, nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 T, demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu, sekarang saatnya," tambahnya.
Mengenai kondisi korban, Prabowo memastikan bahwa penanganan medis telah dilakukan dengan maksimal oleh pihak rumah sakit.
Saat ini, tercatat masih ada 54 korban yang dalam penanganan, sementara sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Sebagian sudah pulang, kalau enggak salah masih total 54 dan hampir semua sudah ditangani yang saya liat, sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus," jelasnya.(*)