Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Lampung mencatat curah hujan di AWS (Automatic Weather Station) di atas 95.2 Milimeter (mm) berpotensi banjir.
"Curah hujan tercatat di AWS Digi Maritim Panjang 95,2 mm dan jika melebihi akan berpotensi banjir," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Radin Inten II Lampung Rudi Harianto, Selasa (28/4/2026).
Dikatakannya, untuk di Bandar Lampung dengan curah hujan 30 mm per jam sudah menimbulkan genangan.
"Kalau melebihi AWS 95,2 mm pasti akan banjir, dengan durasi satu jam lamanya," ujar Rudi.
Ia mengatakan, daerah tekanan rendah yang berada di Samudra Hindia Barat daya Lampung.
Baca Juga: BBWS Mesuji Lampung Ungkap 8 Persoalan Utama Penyebab Banjir di Bandar Lampung
"Daerah tekanan rendah ini menginduksi daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Hindia barat Sumatera hingga Banten," terangnya.
Terpantau adanya belokan dan konvergensi angin di wilayah Lampung yang mengakibatkan adanya penumpukan massa udara sehingga mendukung terbentuknya awan konvektif yang signifikan di wilayah Lampung.
Suhu muka laut yang cukup hangat di Perairan Timur Lampung turut meningkatkan proses penguapan yang berkontribusi terhadap ketersediaan uap air di atmosfer.
Kelembapan udara yang tinggi pada lapisan 850 mb hingga lapisan 500 mb yang mendukung terbentuknya awan konvektif secara vertikal hingga lapisan atas.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)