TRIBUNNEWS.COM - Nama Rafael Struick kembali absen dari daftar Garuda Calling Timnas Indonesia untuk pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2026.
Padahal, pada era pelatih Shin Tae-yong (STY), Rafael Struick merupakan salah satu pemain yang hampir selalu menjadi andalan di lini depan skuad Garuda.
Kini, di bawah kepemimpinan John Herdman, penyerang berusia 23 tahun itu justru kembali tidak mendapat tempat, seiring performanya yang dinilai menurun di level klub maupun tim nasional.
PSSI resmi memanggil 23 pemain untuk TC Timnas Indonesia pada 26 hingga 30 Mei 2026 di Jakarta.
Nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Jens Raven, hingga Eksel Runtukahu masuk dalam daftar, namun Rafael Struick kembali tersisih.
Absennya Struick cukup mengejutkan mengingat ia sempat menjadi pemain favorit Shin Tae-yong, terutama saat Indonesia tampil di Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Bersama STY, Rafael dikenal sebagai penyerang yang fleksibel.
Ia bisa bermain sebagai striker utama maupun winger kiri, serta memiliki kecepatan dan mobilitas tinggi yang cocok dengan skema serangan balik cepat.
Bahkan, Rafael menjadi salah satu pemain penting saat Timnas Indonesia mencetak sejarah lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023.
Ia tampil di seluruh pertandingan turnamen tersebut dan menjadi pilihan utama di lini serang.
Secara keseluruhan, Rafael Struick telah mencatatkan 23 caps bersama Timnas Indonesia senior dengan torehan 1 gol.
Gol semata wayangnya lahir saat menghadapi Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2024 silam.
Baca juga: 5 Pemain Debutan di Garuda Calling Timnas Indonesia Persiapan Piala AFF 2026
Di level U23, kontribusinya bahkan lebih menonjol.
Ia mengoleksi 11 penampilan dan 4 gol, termasuk dua gol penting saat melawan Korea Selatan di Piala Asia U23 2024 yang membawa Indonesia mencetak sejarah melaju ke semifinal di turnamen tersebut.
Namun, performa Rafael di level klub mulai mengalami penurunan dalam dua musim terakhir.
Saat membela Brisbane Roar pada musim 2024/2025, ia hanya mencatatkan 10 penampilan dan 1 gol di A-League.
Setelah pindah ke Dewa United pada musim 2025/2026, situasinya belum banyak berubah.
Bersama Dewa United di Super League musim ini, Rafael baru mencatat 16 penampilan liga tanpa gol dan tanpa assist.
Secara total di semua kompetisi, ia hanya mencetak 1 gol dari 19 pertandingan, yakni di AFC Challenge League.
Minimnya kontribusi tersebut membuat persaingan di lini depan Timnas Indonesia semakin berat baginya.
John Herdman kini memiliki banyak opsi lain yang sedang naik daun seperti Eksel Runtukahu yang tampil tajam bersama Persija Jakarta.
Selain itu, Herdman sebelumnya juga memberi sinyal akan lebih banyak menggunakan pemain yang tampil konsisten di Super League Indonesia sebagai dasar pemilihan skuad Piala AFF 2026.
Situasi ini jelas tidak menguntungkan bagi Struick yang masih berjuang menemukan performa terbaiknya di level klub.
Dulu menjadi salah satu andalan utama STY, kini Rafael Struick harus menghadapi kenyataan pahit yakni namanya kembali hilang dari daftar Timnas Indonesia.
Bahkan, Rafael sudah tidak dipanggil ke Skuad Garuda sejak Timnas Indonesia berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bersama Patrick Kluivert, dan FIFA Matchday edisi Maret 2026 di bawah asuhan John Herdman.
Jika ingin kembali mengenakan seragam Garuda, satu hal yang wajib ia lakukan adalah memperbaiki performa dan membuktikan diri bahwa dirinya masih layak menjadi pilihan utama di lini depan Timnas Indonesia.
Kiper
Bek
Gelandang
Penyerang
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)