TRIBUNJAMBI.COM - Korban kecelakaan maut kereta api di Bekasi ada yang dari Jambi. Dari total 15 korban meninggal dunia, satu di antaranya diketahui berasal dari Provinsi Jambi, yakni Nur Alimantun Citra Lestari (19), warga Pasar Jambi.'
Nur Alimantun Citra Lestari menjadi bagian dari sepuluh jenazah pertama yang teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Sebanyak 10 kantong jenazah korban kecelakaan KRL di Bekasi resmi diserahkan kepada pihak keluarga usai proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati, Selasa (28/4/2026) malam.
Penyerahan dilakukan setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri merampungkan pencocokan data antemortem dan postmortem.
Sebelumnya, Karodokpol Pusdokkes Polri, Nyoman Eddy Purnama Wirawan, mengumumkan identitas 10 korban yang berada di RS Polri Kramat Jati. Berikut daftar identitasnya:
Anita Sari (31), Cikarang Barat, Bekasi
Harum Anjasari (27), Cipayung, Jakarta Timur
Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi
Faridha Utami (50), Cibitung, Bekasi
Fika Aknia Pratiwi (23), Cikarang Barat
Ida Nuraida (48), Cibitung, Bekasi
Gita Septia Wardani (20), Cibitung, Bekasi
Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan, Kota Bekasi
Rinjani Novitasari (25), Tambun Selatan, Bekasi
Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), Tambun Selatan, Kota Bekasi
Proses Identifikasi
Kepala RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Prima Heru Yulihartono, memastikan seluruh prosedur identifikasi telah dijalankan sesuai standar forensik.
Identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti ciri medis dan barang pribadi korban.
Setelah dinyatakan valid, keluarga dipersilakan berpindah dari ruang antemortem ke ruang forensik untuk proses serah terima jenazah.
Sebelumnya, Karodokpol Pusdokkes Polri mengumumkan identitas 10 korban yang ditangani RS Polri Kramat Jati, termasuk korban asal Jambi tersebut.
Sementara itu, lima jenazah lainnya masih berada di rumah sakit lain, yakni tiga di RSUD Bekasi, satu di RS Bella, dan satu di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan maut ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Peristiwa bermula saat KRL jurusan Cikarang diduga menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang.
Benturan itu mengakibatkan rangkaian KRL berhenti tidak normal di jalur.
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menghantam rangkaian KRL.
Akibatnya, 15 orang meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-luka, sehingga total korban terdampak mencapai 91 orang. Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa hingga Selasa siang jumlah korban meninggal dunia tetap 15 orang, dengan sebaran jenazah di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi.
Sopir Taksi Selamat, Diamankan Polisi
Sementara itu, sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan dilaporkan selamat.
Yang bersangkutan telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa yang menewaskan belasan orang tersebut.
Hingga kini, proses investigasi kecelakaan masih terus berlangsung.
Di sisi lain, keluarga korban, termasuk dari Jambi, mulai membawa pulang jenazah untuk dimakamkan.
Baca juga: Evakuasi Kecelakaan Kereta Bekasi Butuh Waktu 12 Jam, Basarnas Ungkap Alasan
Baca juga: Emosional Ibunda Nindia Novrin di PN Jambi, Dede Si Pembunuh hanya Divonis 19 Tahun