Skenario Tak Konvensional AS: Pakai Lumba-lumba Militer Deteksi Ranjau Iran di Selat Hormuz
Untung April 28, 2026 07:42 PM

- Di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, muncul skenario tidak konvensional yang mungkin digunakan Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali jalur maritim tersebut tanpa dukungan Eropa.

Salah satu skenario yang mencuat adalah penggunaan lumba-lumba terlatih untuk mendeteksi dan membersihkan ranjau laut. Proses penyingkiran ranjau dianggap sebagai tantangan terbesar, di mana pembersihan satu jalur pelayaran saja diperkirakan memakan waktu satu setengah bulan, sementara seluruh selat bisa memakan waktu hingga 4 bulan.

Keterlibatan Eropa sangat krusial karena mereka memiliki lebih dari 100 kapal penyapu ranjau, kemampuan yang tidak dimiliki AS secara mandiri. Sebagai alternatif, AS melirik penggunaan lumba-lumba militer, metode yang pernah mereka terapkan dalam operasi di Teluk pada tahun 1991 dan 2003.

Lumba-lumba dipilih karena kecerdasan serta indra alami mereka yang melampaui mesin buatan manusia. Selain mampu menyelam sangat dalam, mamalia ini memiliki kemampuan "ekolokasi" yang sangat akurat untuk mendeteksi lokasi ranjau yang terkubur di dasar laut berpasir atau yang menyamar sebagai batu.

Langkah ini mencerminkan tingkat kompleksitas operasi militer di Selat Hormuz yang merupakan jalur air vital bagi dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.