Jemaah Haji Bangka Tertua Berusia 84 Tahun dan Termuda 16 Tahun yang Gantikan Porsi Ahli Waris
Hendra April 28, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Sebanyak 271 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Bangka siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun 2026.

Di balik jumlah tersebut, terdapat sejumlah ahli waris yang mendapatkan pelimpahan porsi untuk menggantikan orang tua mereka yang telah tutup usia sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka, Giapul Prabungga, mengatakan bahwa calon jemaah haji yang meninggal dunia menjelang proses keberangkatan ada tiga orang, yang semuanya laki-laki.

Mereka adalah calon jemaah yang berasal dari Kecamatan Mendo Barat, Kecamatan Puding Besar, dan Kecamatan Riau Silip.

“Dan ketiga-tiganya itu sudah dilimpahkan porsinya (keberangkatan haji-red) kepada anak-anak kandung mereka. Ketiga orang pengganti tersebut semuanya adalah perempuan,” kata Giapul, Selasa (28/4/2026).

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa total calhaj di Kabupaten Bangka adalah sebanyak 271 orang. Dari total tersebut, jemaah tertua berumur 84 tahun, seorang pria dari Kecamatan Puding Besar.

“Untuk yang tertua ini merupakan jemaah kuota lansia yang sudah daftar di atas lima tahun dan masuk prioritas lansia untuk diberangkatkan. Karena yang lansia itu kuotanya lima persen dari masing-masing provinsi,” ungkapnya.

Sedangkan jemaah termuda merupakan seorang perempuan, santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bangka, yang baru berumur 16 tahun asal Desa Bukit Layang.

“Sedangkan yang termuda ini menggantikan porsi almarhum ibunya. Seharusnya berangkat tahun 2024, namun pada tahun itu usia minimal berangkat haji adalah 18 tahun. Saat itu terkendala usia yang masih 14 tahun pada 2024,” jelasnya.

Kemudian, setelah itu terdapat perubahan aturan dari Kementerian Haji dan Umrah yang menyebut bahwa usia minimal keberangkatan ibadah haji adalah 13 tahun.

“Dari 18 tahun diubah menjadi 13 tahun. Jadi Alhamdulillah di tahun 2026 ini bisa berangkat dan menjadi jemaah termuda di Provinsi Bangka Belitung,” imbuhnya.

Adapun rinciannya, 15 orang dari Kecamatan Bakam, 9 orang dari Kecamatan Belinyu, 73 orang dari Kecamatan Mendo Barat, dan 41 orang dari Kecamatan Merawang.

Kemudian, 20 orang dari Kecamatan Pemali, 18 orang dari Kecamatan Puding Besar, 9 orang dari Kecamatan Riau Silip, 85 orang dari Kecamatan Sungailiat, serta 1 orang yang baru keluar visa.

Para calhaj tersebut terdiri dari 123 orang laki-laki dan 148 orang perempuan. Mereka akan mulai berangkat pada 1 Mei 2026 untuk kloter 1.

Kloter 1 berjumlah sebanyak 250 orang yang akan berangkat terlebih dahulu ke Asrama Haji Bangka Belitung.

Setelah menginap semalam, pada tanggal 2 Mei 2026, mereka akan bertolak ke embarkasi Palembang, lalu melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

Sementara kloter 9 berjumlah sebanyak 21 orang. Mereka akan masuk asrama haji pada tanggal 3 Mei 2026 dan diberangkatkan pada 4 Mei 2026.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka, Giapul Prabungga, mengatakan bahwa para calhaj asal Kabupaten Bangka tersebut juga akan didampingi oleh para petugas haji.

“Petugas haji untuk Kabupaten Bangka khususnya ada delapan orang,” kata Giapul.

Delapan orang petugas haji tersebut terdiri dari ketua kloter sebanyak dua orang, dua dokter, satu perawat, dua petugas pelayanan umum, dan satu orang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Mereka nanti akan bersama-sama jemaah (haji-red), membantu aktivitas jemaah,” ucapnya.

Termasuk mengurusi berbagai keperluan administrasi serta mengatur pergerakan calhaj menuju lokasi ibadah haji dan hotel.

“Nanti difasilitasi oleh petugas kloter dan petugas haji yang ada di Mekah dan Madinah,” sambungnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.