Dari Sleman Niat Mau Liburan, Berakhir Tewas Tenggelam di Air Terjun
GH News April 28, 2026 08:10 PM
Buleleng -

Seorang wisatawan dari Sleman berniat mau liburan di Bali. Dia malah ditemukan tewas tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak.

Seorang pria asal Sleman, Yogyakarta, dilaporkan hilang di kawasan wisata Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali pada Sabtu (25/4).

Pria bernama Ardiana Wardana Putra itu diduga tewas tenggelam di air terjun tersebut. Insiden bermula saat korban bersama empat rekannya hendak mandi di kawasan air terjun Tembok Barak.

Nahas, korban diduga tenggelam saat berada di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, enam personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Dony Indrawan, mengatakan upaya pencarian telah dilakukan dengan berbagai metode. Menurutnya, tim SAR juga telah melakukan penyelaman.

"Pencarian sudah dilakukan hingga malam hari, namun hasilnya masih nihil," kata Dony.

Korban Ditemukan Keesokan Harinya

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan wisatawan asal Sleman yang tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, pada hari kedua pencarian sekitar pukul 09.05 Wita, Minggu (26/4)

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Dony Indrawan, mengatakan pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Metode pencarian diawali dengan free dive di sekitar lokasi korban diduga tenggelam.

Tim kemudian mengidentifikasi satu titik mencurigakan di sisi barat air terjun, tepatnya di pinggiran tebing yang mengarah ke bawah air.

"Setelah free dive, kita menemukan salah satu titik yang dicurigai di posisi barat air terjun, persis di pinggiran tebing yang masuk ke bawah," ujarnya, Minggu (26/4).

Berdasarkan temuan itu, tim langsung menurunkan penyelam (diver) untuk memastikan keberadaan korban. Hasilnya, korban ditemukan berada di bawah air di area tersebut.

"Tim diving langsung masuk ke lokasi dan ternyata korban berada di bawah air, di sebelah barat tebing. Selanjutnya korban langsung kita evakuasi ke permukaan," jelasnya.

Dony menyebutkan, sekitar 50 personel dikerahkan dalam operasi pencarian ini. Mereka terdiri dari unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Balawista, serta masyarakat setempat.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.

Dony juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan keselamatan saat berkunjung ke objek wisata alam, khususnya air terjun.

"Kalau ada larangan atau imbauan dari pengelola wisata, mohon diikuti. Keselamatan harus menjadi prioritas," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.