Kebakaran Pasar Pringgabaya Lombok Timur, Kadis Perdagangan: Sebagaian Besar Lapak Sembako
Idham Khalid April 28, 2026 08:09 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Perdagangan Lombok Timur, mengungkapkan sebagian besar yang terbakar saat kebakaran melanda Pasar Umum Peringgabaya merupakan lapak sembako dan konveksi, pada Senin (27/4/2026).

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Hadi Fathurrahman menjelaskan dari total 164 lapak yang terbakar, sebagian besar di antaranya merupakan tempat penjualan bahan pokok makanan dan pakaian jadi sangat cepat api menjalar.

"Tadi kami data sekitar 164 lapak yang hangus terbakar, sebagian besar lapak sembako dan konveksi," katanya saat ditemui pada Selasa (28/4/2026).

Sampai saat ini, Hadi mengakui masih memfokuskan untuk mencari data dan kerugian para pedagang yang hangus terbakar dilalap si jago merah.

"Tetap kita masih data kerugian para pedagang, tapi bisa kami sampaikan kerugian sekitar puluhan miliar rupiah," terangnya.

Bukan hanya pendataan yang juga difokuskan, tapi pihaknya juga fokus untuk membersihkan puing-puing bekas kebakaran yang menimpa ratusan lapak pedagang tersebut.

"Saat ini kita fokus untuk membersihkan bekas kebakaran juga, agar para pedagang segera untuk berdagang mencari nafkah," tutur Hadi.

Camat Peringgabaya Liza A menambahkan akan mempercepat kebersihan bekas kebakaran yang terjadi pada Senin malam kemarin. Ia mengaku sudah mendengar permintaan para pedagang yang ingin berjualan sesegera mungkin.

"Tada banyak meminta untuk berjualan di depan, tapi kami dari pemerintah tidak memberikannya, karena banyak pertimbangan," tuturnya.

Baca juga: Kebakaran di Pasar Pringgabaya Lombok Timur, Kerugian Ditaksir Rp5 Miliar

Sampai saat ini, ia sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar membantu membersihkan bekas kebakaran.

"Semua sudah kita hubungi untuk membersihkan bekas kebakaran, agar pedagang segera berdagang," ujar Liza.

Liza menargetkan dua hari kedepan para pedangan dipastikan berjualan kembali, setelah semuanya bersih dan layak ditempati oleh para korban kebakaran.

"Ya kita targetkan dua hari ini kita bersihkan," tutupnya.

Terpisah Supriani Pedagang pakian bersedih melihat kejadian kebakaran yang dialaminya. Ia mengaku kebakaran awal mula diketahui melalui sosialisasi media (sosmed) Facebook, mendengar kabar tersebut ia bergegas untuk melihat lapak dimilikinya. 

Namun sesampainya nya di pasar, ia hanya menemukan barang dagangannya seperti baju, celana dan yang lainnya menjadi abu, hanya tersisa gantungan baju yang hangus.

"Saya sangat sedih, baru kemarin saya membeli barang dari Baratais, saya siapkan untuk jualan di hari Sabtu," jelasnya sambil menggendong anaknya yang ikut melihat lapaknya yang ludes terbakar.

Supriani mengatakan hanya dari hasil berjualan saja diandalkan untuk menghidupkan keluarganya. Di rumahnya ia bersama anak-anak yang masih kecil dan hasil dagangan itu saja yang bisa menghidupkan keluarganya.

"Apa yang saya andalkan hanya dagangan ini, kalau saya hitung kerugian saya mencapai Rp50 juta dengan lapak dan barang saya," tuturnya.

Inaq Adi pedagang sembako juga menambahkan kerugian material dan dagangan mencapai Rp 50 juta, seperti telur, beras, ketan dan yang lainnya hangus terbakar.

"Harapan kami, pemerintah bisa mengganti dan membersihkan puing - puing bekas Kebakaran agar kami bisa berjualan kembali," pungkasnya 

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Warga diimbau memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk mencegah kejadian serupa.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.