Momen Sausan Selamat dari Kecelakaan Kereta Api Bekasi, Tabrakan Terjadi Usai Dirinya Buka Puasa
Talitha Daren April 28, 2026 08:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Senin malam, 27 April 2026, suasana di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang semula tenang berubah menjadi kepanikan sesaat setelah waktu menunjukkan sekitar pukul 20.45 WIB.

Suara benturan keras terdengar ketika KRL Commuter Line bertabrakan dengan KA Argo Bromo di wilayah perbatasan Jakarta.

Peristiwa tragis tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan menyebabkan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Duka mendalam pun menyelimuti para korban, keluarga, serta masyarakat yang mengikuti kabar tersebut.

Di tengah situasi mencekam itu, muncul kisah dari salah satu penyintas bernama Sausan Sharifa.

Ia menjadi bagian dari penumpang yang berhasil selamat dari kecelakaan besar yang merusak dua rangkaian kereta tersebut.

Dari ruang perawatan di RSUD Kota Bekasi, Sausan membagikan pengalamannya dengan suara yang tenang.

Ia mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertahan hidup setelah insiden tersebut.

Menurutnya, malam itu tidak hanya dipenuhi kepanikan dan suara jeritan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.

Ia merasakan momen penuh makna yang datang tepat setelah menyelesaikan ibadahnya.

Baca juga: Nasib Sopir Taksi Green SM yang Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta Api Bekasi, Kini Diamankan

Terjebak dalam Rantai Insiden

Malam itu, KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang yang ditumpangi Sausan terpaksa tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Rangkaian tersebut berhenti bukan karena jadwal normal, melainkan akibat efek domino insiden lain; sebuah KRL dari arah sebaliknya tengah menabrak mobil taksi di jalur yang sama.

Nahas, saat ketidakpastian menyergap di tengah pemberhentian itu, maut melaju cepat dari arah belakang.

Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menghantam keras gerbong belakang KRL, titik yang dikhususkan bagi penumpang wanita, dan di sanalah Sausan berada.

Baca juga: Detik-detik KRL Tertabrak KAJJ Argo Bromo, Penumpang Panik Listik Tiba-tiba Mati, Hantaman Kencang

KECELAKAAN KERETA - Sausan Sharifa salah satu korban selamat dalam kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Saat ini Sausan menjalani perawatan di RSUD Bekasi pasca alami kecelakaan. (Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan | Grid.ID)

Antara Doa dan Benturan Maut

Senin itu, Sausan menjalankan rutinitas spiritualnya: Puasa Sunnah Senin-Kamis.

Hanya berselang beberapa menit sebelum benturan logam yang mengerikan itu terjadi, ia baru saja membatalkan dahaganya.

"Kemarin kan Senin, iya puasa. Habis buka puasa, he'eh," kenang Sausan saat ditemui Tribunnews.com, di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Belum lama rasa syukur menyertai tegukan airnya, guncangan hebat melontarkan.

Di tengah jerit tangis dan gelap yang seketika menyergap gerbong khusus wanita tersebut, Sausan secara ajaib berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari tumpukan logam yang ringsek.

Baca juga: Postingan Terakhir Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Tulis Doa untuk Ultah Suaminya I Love You More

Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026), manajemen Green SM buka suara.
Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026), manajemen Green SM buka suara. (HO/Polda Metro Jaya)

Kesempatan Kedua

Banyak yang mungkin akan mengaitkan keselamatannya secara langsung dengan amalan puasanya hari itu.

Namun, Sausan menunjukkan sisi kepribadian yang luar biasa rendah hati.

Ia menolak untuk terlihat jemawa atau mengeksploitasi ibadahnya sebagai "jimat" keselamatan.

Saat ditanya apakah rutinitas puasanya yang menjadi perisai dari maut, ia tersenyum tipis dengan tatapan tulus.

Menurutnya, ia berhasil keluar hidup-hidup semata-mata karena pertolongan Tuhan yang begitu nyata.

"Enggak sih (selamat semata karena puasa), karena Allah baik saja sama saya," ucap Sausan lirih.

Bagi Sausan, keselamatan ini murni bentuk kasih sayang Sang Pencipta dan bukan ajang pamer keshalehan.

Ia menjadikan tragedi ini sebagai momentum untuk merenungi kesempatan hidup kedua, di tengah duka yang juga menyelimuti keluarga korban lainnya, termasuk almarhumah Nuryati yang juga berpulang dalam tragedi yang sama.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.