Pakaian Adat Aceh dan Jamuan Khas Warnai Paripurna HUT Ke-821 Kota Banda Aceh
Misran Asri April 28, 2026 11:54 PM

Balutan baju lakha, baju kebesaran linto baro, kupiah meukeutop, serta pernak-pernik sunting bak permaisuri, para pejabat dan anggota DPRK tampil penuh kharismatik

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Peringatan hari jadi Kota Banda Aceh ke-821 diperingati penuh sukacita dan sarat nilai-nilai budaya Aceh yang dilakukan para pendahulu tempo dulu.

Pada Rabu, 22 April 2026, Banda Aceh memasuki usia 821 tahun, dimana dalam peringatan tersebut, seluruh pejabat daerah, unsur Forkopimda serta para anggota DPRK Banda Aceh mengenakan pakaian adat Aceh. 

Lalu, bersama-sama mengikuti dan menghadiri sidang paripurna istimewa HUT ke-821 Kota Banda Aceh, yang dipusatkan di gedung DPRK setempat.

Dalam balutan baju lakha, baju kebesaran linto baro, kupiah meukeutop, serta pernak-pernik sunting bak permaisuri, para pejabat dan anggota DPRK tampil menawan dan penuh kharismatik. 

Mereka hadir menyambung harapan seluruh elemen sebagai penerus pembangunan Kota Banda Aceh.

Kota para raja ini telah melewati berbagai pergolakan zaman dan kini terus tumbuh sebagai kota yang bermartabat. 

Pagi itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah, Sekda Banda Aceh, Jalaluddin, serta para kepala SKPK dan jajarannya berjalan kaki dalam konvoi dari Balai Kota menuju Gedung DPRK Banda Aceh. 

Baca juga: Peringatan HUT Ke-821, Ketua DPRK Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa

Baca juga: Wali Kota Illiza Tampil di Forum Nasional APEKSI 2025, Kemukakan Konsep Kota Rendah Karbon 

Iringan konvoi tersebut turut diiringi tiupan serune kale dan tabuhan rapai yang penuh irama, dengan pakaian adat Aceh yang identik dengan warna hitam, merah, dan kuning.

Setibanya di Gedung DPRK Banda Aceh, rombongan Pemerintah Kota Banda Aceh disambut pimpinan DPRK, mulai Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, dan dua Wakil Ketua, Daniel Abdul Wahab S.Pd serta Dr Musriadi Aswad S.Pd, M.Pd. 

Kedatangan wali kota dan rombongan disambut hangat, sebelum mereka menuju ruang sidang paripurna untuk menggelar peringatan Milad Kota Banda Aceh. 

Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh langsung oleh Ketua DPRK Banda Aceh.
Seluruh anggota dewan serta unsur Forkopimda yang hadir mengenakan baju lakha, kupiah meukeutop, serta peci hitam. 

Sidang diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan Ustaz Takdir Feriza, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh dengan penuh semangat dan sukacita. 

Sidang paripurna berlangsung penuh nilai adat dan budaya Aceh.

Baca juga: Bantu Masyarakat, Illiza Akan Terbitkan Perwal Keringanan, Pengurangan, dan Pembebasan Pajak

Acara kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama untuk seluruh undangan yang hadir, termasuk Forkopimda.

Mereka dijamu dengan hidangan khas seperti kuah belanggong, ayam masak Aceh, ayam tangkap, hingga boh itek asen yang menjadi santapan para tamu.

Dalam pidatonya saat memimpin sidang, Irwansyah, S.T, menyampaikan bahwa momentum ini tidak terpisahkan dari kegemilangan Kesultanan Aceh Darussalam.
 
Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan meneguhkan kesadaran bahwa kejayaan sejarah merupakan cermin sekaligus pijakan. 

Dari sana, masyarakat memikul tanggung jawab untuk menjadi bagian dari sejarah masa depan dengan mengisi, membangun, dan mengelola kota berlandaskan visi, integritas, dan komitmen berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa usia 826 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan jejak ketangguhan, keimanan, dan peradaban yang tidak pernah padam. 

“Dari pelabuhan samudra yang menghubungkan tiga benua hingga bangkit dari reruntuhan bencana, Banda Aceh terus menegaskan jati dirinya sebagai kota yang bertumpu pada daya tahan dan martabat. 

Sejarah ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi merupakan mandat yang menuntut tanggung jawab,” ujar Irwansyah.

Baca juga: Pemko Banda Aceh Komit Gelar Pangan Murah, Illiza: Bantu Warga dan Tekan Inflasi

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal menyampaikan bahwa peringatan milad ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. 
Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil harus memberikan dampak nyata.

Pemerintah kota juga berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui operasi pasar dan pengendalian harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. 

Selain itu, kepedulian sosial terus diperkuat, bukan sekadar sebagai program, tetapi sebagai bentuk kehadiran pemerintah agar tidak ada warga yang tertinggal. 

Layanan kesehatan dan pendidikan pun terus didekatkan agar hak dasar masyarakat dapat diakses dengan lebih mudah dan merata.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.