Sosok Nur Ainia, Karyawan Kompas TV Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sempat Hilang Kontak
Eri Ariyanto April 29, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan dunia jurnalistik.

Salah satu korban dalam peristiwa tersebut adalah Nur Ainia Eka Rahmadhynna, seorang karyawan Kompas TV yang dikenal berdedikasi dalam pekerjaannya.

Kepergiannya secara mendadak mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan satu tim yang selama ini bekerja bersamanya.

Nur Ainia disebut sedang dalam perjalanan saat insiden nahas itu terjadi di jalur padat penumpang tersebut.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang sedang sibuk pada jam-jam sibuk perjalanan.

Benturan keras antar rangkaian kereta membuat situasi di lokasi kejadian menjadi kacau dan penuh kepanikan.

Sejumlah penumpang dan korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Kabar meninggalnya Nur Ainia kemudian dikonfirmasi dan menyebar luas, meninggalkan duka yang mendalam.

Kini, sosoknya dikenang sebagai pribadi yang ramah, pekerja keras, dan berdedikasi dalam dunia media.

Seperti diketahui, di antara korban yang meninggal dunia, nama Nur Ainia Eka Rahmadhynna ikut menjadi sorotan setelah sempat dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya dipastikan menjadi korban.

Kecelakaan maut itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line tujuan Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut menewaskan 14 orang.

Nur Ainia, yang akrab disapa Ain, diketahui bekerja sebagai karyawati Kompas TV. Kabar kepergiannya pertama kali mencuat setelah keluarga kehilangan kontak dengannya pascakejadian.

Informasi duka ini kemudian dikonfirmasi melalui akun resmi Instagram @kompascom pada Selasa (28/4/2026), yang merujuk pada pernyataan Executive Vice President of Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (Persero), Wisnu Pramudyo.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa Ain yang sebelumnya sempat dicari oleh keluarga akhirnya dipastikan termasuk dalam daftar korban meninggal dunia.

Saat kejadian, Ain diketahui mengenakan pakaian berwarna cerah, dipadukan dengan celana jins serta hijab putih.

Sosok Nur Ainia

Ia merupakan warga Bekasi yang tinggal di Griya Asri 2 Blok H 14 No. 17, Tambun Selatan.

Peristiwa nahas yang menimpa Ain terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur saat insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek berlangsung.

Kepergian Ain meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga besar KompasTV tempat ia bekerja.

"Sahabat kami, Nur Ainia Eka Rahmadhynna (Ain), dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026)," tulis akun @kompascom.

"Turut berdukacita Kak Ain dan korban-korban lainnya. Semoga keluarga diberi kekuatan," tulisnya dalam komentar.

Selama ini, Nur Ainia dikenal sebagai bagian penting dalam tim operasional di balik layar KompasTV, dengan jabatan News Production Support.

KORBAN KECELAKAAN KERETA - Nur Ainia, karyawan Kompas TV, tewas dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur (Instagram/kompastv)

Gelagat Nur Ainia Sebelum Tewas

Adik korban, Zhafa, turut menceritakan momen terakhir sebelum kakaknya dinyatakan hilang kontak.

Sambil menahan kesedihan, ia menyebut bahwa Ain sempat pulang kerja sekitar pukul 21.30 WIB dan menghubungi keluarga untuk dijemput.

"Kemudian, abang saya bilang di grup, 'Kak, angkat teleponnya'. Karena hpnya (Nur Ainia) tidak bisa dihubungi."

Namun setelah itu, Ain tak lagi memberikan kabar. Keluarga pun mulai merasa cemas.

"Saya kira karena memang hp nya tidak aktif. Tetapi, sekitar jam 1 pagi baru tahu kabarnya. Dari pelacakan hp terakhir, posisinya ada di Stasiun Bekasi."

"Dari Subuh, hp kakak masih bisa dihubungi dan Whatsapp nya masih berdering."

"Sekitar jam 7, saya coba hubungi lagi karena hp nya sudah nonaktif," terangnya dalam wawancara dengan BreakingNews TVOne, Selasa (28/4/2026).

Kabar kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL baru diketahui keluarga pada malam hari melalui grup percakapan.

"Saya tahu kabar dari Whatsapp grup. Setelah itu, sudah tidak ada kabar lagi dan hp tidak bisa dihubungi. Tidak ada informasi lagi."

Hingga kini, pihak keluarga masih terus mencari informasi terkait keberadaan Ain.

"Kakak dan ayah sudah cari di stasiun dan RSUD Kota Bekasi."

"Sehari-hari kakak bekerja di stasiun TV, kemudian karena mungkin dia kerjanya shift jadi pulang tidak tentu. Dia cuma kerja," kata Zhafa.

14 Korban Tewas

Sebanyak 14 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Puluhan korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920.

Benturan keras membuat badan KRL Commuter Line masuk ke dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek.

Adapun korban yang mengalami luka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Informasi ini disampaikan oleh Anne Purba selaku VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia.

"Korban meninggal dunia 14, korban luka 84 orang," ujar Anne Purba dalam pernyataannya, Selasa(28/4/2026), dilansir dari 

Anne Purba juga memastikan bahwa Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak Commuter Line dari belakang dilaporkan selamat seusai insiden maut tersebut.

KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. 

Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Informasi awal menyebutkan sejumlah kru kereta meninggal dunia, namun belum dipastikan apakah seluruhnya berasal dari KRL atau sebagian dari tim masinis KA Argo Anggrek.

Selain itu, seorang petugas Customer Service on Train (CSOT) dilaporkan menjadi korban, serta tiga penumpang mengalami luka karena terjepit rangkaian.

Kronologi

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak mobil lstrik VinFast taksi hijau di perlintasan.

Dia menduga insiden di perlintasan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya di Stasiun Bekasi Timur, dilansir dari Kompas.com.

Akibat insiden itu, perjalanan KRL terganggu dan rangkaian kereta harus berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. 

Sejumlah penumpang disebut sempat panik karena kereta mendadak berhenti cukup lama.  

Taksi yang tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.

Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju dengan kencang sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindari dan menghantam gerbong paling belakang KRL dengan keras.  

Gerbong yang terkena benturan paling parah merupakan kereta khusus wanita. 

Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup bangku dan bagian gerbong yang rusak.

Ambulans telah disiagakan di area parkir Stasiun Bekasi Timur, sementara korban luka dievakuasi menggunakan tandu oleh petugas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

(TribunNewsmaker.com/SerambiNews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.