Penyerang Mandul AC Milan Ikut Komentari Laga 9 Gol PSG Vs Bayern, Ini Baru Sepak Bola
Dwi Widijatmiko April 29, 2026 10:33 AM

MARCO BERTORELLO/AFP
Dulu sempat unggul, Rafael Leao (kiri) sekarang semakin tertinggal jauh dari Khvicha Kvaratskhelia (kanan) soal konsistensi penampilan.

BOLASPORT.COM - Pertandingan yang menghasilkan 9 gol antara PSG kontra Bayern Muenchen di Liga Champions terpantau dikomentari penyerang AC Milan yang sedang mandul, Rafael Leao.

Duel Paris SG kontra Bayern dalam laga leg pertama babak semifinal UCL pada Selasa (28/4/2026) di Parc des Princes, Paris, berjalan dengan gila.

Dalam 90 menit pertandingan, tercipta 9 gol dengan Les Parisiens menang 5-4 atas tim tamu.

Laga spektakuler itu langsung mengundang komentar dari banyak pihak, salah satunya penyerang Milan, Rafael Leao.

Lewat akunnya di media sosial, Leao memberikan komentar singkat.

"Futebol de verdade," tulis pemain asal Portugal itu, yang bisa diterjemahkan menjadi "Sepak bola sesungguhnya" atau "Ini baru sepak bola".

Kata-kata ini sepertinya hanya komentar spontan dari Leao sebagai penonton yang baru saja melihat sebuah pertandingan yang fantastis.

Akan tetapi, komentar itu bisa diartikan lain apabila melihat situasi Rafael Leao saat ini.

Ironis dengan pertandingan 9 gol yang dikomentarinya, pemain berusia 26 tahun itu sedang mandul di Milan.

Leao baru mencetak 10 gol di semua kompetisi musim ini, jumlah paling sedikit dalam 5 tahun terakhir atau sejak sang winger meraih scudetto bersama Milan pada 2021-2022.

Leao juga gagal mencetak gol dalam 6 penampilan terakhirnya di Liga Italia.

Bukan cuma performa individualnya, kemandulan Leao juga disebut-sebut dipengaruhi oleh taktik pelatih Massimiliano Allegri di Milan.

Permainan defensif dan kekakuan pada formasi 3-5-2 ditengarai mengebiri kemampuan optimal Leao, yang selama ini lebih akrab bermain dengan pola 4-3-3 atau 4-2-3-1.

Ditambah lagi Leao sering dimainkan Allegri sebagai penyerang tengah, posisi yang dipandang banyak pihak malah tidak cocok buat sang penyerang sayap.

Komentar "Ini baru sepak bola" mungkin saja sebuah sindiran dari Leao bagi taktik Allegri.

Faktanya pada beberapa momen di musim ini, Leao sudah pernah memperlihatkan ketidakpuasannya pada Allegri seperti marah-marah waktu ditarik keluar di tengah pertandingan.

Yang menarik, Rafael Leao dan laga PSG vs Bayern Muenchen juga bisa dilihat dari perspektif lain.

Tiga tahun silam, Leao bersaing dengan Khvicha Kvaratskhelia yang masih memperkuat Napoli untuk status sebagai penyerang sayap kiri terbaik di Liga Italia.

Keduanya bergantian meraih scudetto dengan Leao juara pada 2021-2022 dan Kvaratskhelia semusim kemudian.

Tetapi, saat itu Leao bisa dianggap sebagai pemenang karena ketika Napoli menjadi juara pada 2022-2023, Kvaratskhelia tak mampu menjebol gawang Milan dalam 4 pertemuan di Liga Italia dan Liga Champions.

Sebaliknya, Leao membukukan 2 gol dan 2 assist untuk membawa Milan menang 4-0 atas Napoli di Liga Italia dan menyingkirkan I Partenopei di babak perempat final Liga Champions.

Tiga tahun berselang dari momen itu, Leao sudah tertinggal jauh dari Kvaratskhelia.

Memutuskan pindah ke PSG pada 2025, Kvaratskhelia langsung menjuarai Liga Champions dan sekarang kembali lolos ke semifinal kompetisi paling elite tersebut.

Dalam laga melawan Bayern Muenchen dini hari WIB tadi, Kvaratskhelia tampil sangat bagus dengan mencetak 2 gol.

Pemain asal Georgia ini bisa dipastikan semakin mendekat dengan Ballon d'Or menyusul performanya yang semakin bagus.

"Kvaratskhelia adalah pemain terbaik di dunia dan dia hanya bisa menjadi lebih bagus," puji mantan gelandang AC Milan, Clarence Seedorf, seperti dikutip dari BBC.

"Saya tidak tahu apakah dia akan tetap berada sebelah kiri karena dia selalu tahu apa yang harus dilakukan dalam setiap situasi."

"Dia menggendong tim dalam momen-momen tertentu jadi saya menyukai kecerdasannya."

"Dia orang ekstra di lini tengah dan juga membuat perbedaan di depan. Dia luar biasa."

Di lain pihak, Leao yang dulu sempat mengungguli Kvaratskhelia sekarang malah berjalan di tempat bahkan cenderung menurun karena penampilan yang tidak pernah konsisten bersama Milan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.