SERAMBINEWS.COM, ABU DHABI — Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengumumkan pengunduran diri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Selasa (28/4/2026).
Keputusan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2026 dan menandai perubahan signifikan dalam kebijakan energi Abu Dhabi.
Langkah ini mengejutkan pasar global, mengingat UEA merupakan salah satu produsen minyak terbesar dalam organisasi tersebut.
Berikut empat alasan utama di balik keputusan tersebut:
1. Ambisi Peningkatan Kapasitas Produksi
UEA ingin meningkatkan produksi minyak tanpa terikat kuota OPEC. Melalui perusahaan energi nasional ADNOC, negara ini menargetkan produksi hingga 5 juta barel per hari (bph) pada 2027.
Sistem kuota OPEC dan OPEC+ dinilai menghambat optimalisasi investasi energi yang telah digelontorkan.
Menteri Energi UEA, Suhail Mohamed Al-Mazrouei, menyatakan keputusan ini telah melalui pertimbangan matang.
“Ini adalah keputusan kebijakan yang diambil setelah mempertimbangkan kondisi saat ini dan proyeksi masa depan terkait tingkat produksi,” ujarnya.
2. Fleksibilitas Strategi Energi Nasional
Dengan keluar dari OPEC, UEA memiliki keleluasaan menentukan tingkat produksi sesuai dinamika pasar global.
Analis RBC Capital Markets, Helima Croft, menyebut UEA berencana meningkatkan produksi hingga 30 persen, yang sulit dicapai jika tetap berada dalam batasan OPEC dan OPEC+.
Baca juga: OPEC+ Tetap Pertahankan Produksi Minyak, Usai Kelompok G7 dan Eropa Batasi Harga Minyak Rusia
3. Dinamika Hubungan dengan Arab Saudi
Secara geopolitik, keputusan ini juga mencerminkan perbedaan kepentingan antara UEA dan Arab Saudi.
Selama ini, Arab Saudi memegang peran dominan dalam menentukan kebijakan OPEC, sementara UEA merasa sistem kuota tidak lagi sejalan dengan strategi jangka panjangnya sebagai produsen berbiaya rendah.
Analis Rystad Energy, Jorge Leon, menilai langkah UEA dapat memengaruhi peran Arab Saudi dalam menjaga stabilitas pasar minyak global.
4. Respons terhadap Permintaan Energi Global
UEA memproyeksikan permintaan energi dunia akan terus meningkat. Dengan keluar dari OPEC, negara ini ingin lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan pasar global.
“Kebutuhan energi global akan terus meningkat, dan UEA berada dalam posisi yang tepat untuk memenuhinya,” kata Al-Mazrouei.
Meski harga minyak dunia sempat berfluktuasi setelah pengumuman tersebut, UEA meyakini langkah ini akan memperkuat posisinya dalam mengamankan pangsa pasar global di masa depan.